Miris! Ada 6 Kasus Inses di 2022, KPAD Kabupaten Bogor  Imbau Perkuat Hubungan Keluarga 

 

 

Cibinong – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor mencatat bahwa ada sebanyak 6 kasus inses sepanjang 2022.

 

“Kasus inses di Kabupaten Bogor ada 6 kasus dan kekerasan anak secara keseluruhan 10 kasus per januari hingga april 2022,” kata Komisioner KPAD Kabupaten Bogor,  Asep Saepudin kepada wartawan,  Kamis (21/4).

 

Sementara, Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor,  Waspada menyampaikan, tingginya kasus inses atau hubungan seksual antara dua orang yang memiliki keterikatan darah atau bersaudara kandung ini menjadi perhatian serius dari KPAD Kabupaten Bogor.

 

“Bayangkan dalam satu minggu ini sudah ada dua aduan ke KPAD anak korban Inses yang dilakukan oleh ayah kandung. Satu kasus di Tenjolaya dan satu kasus lagi di Gunung Putri Kabupaten Bogor,” katanya.

 

Perlakuan itu menuai kecaman dari KPAD Kabupaten Bogor.  Waspada menyebut, perbuatan inses itu tidak dibenarkan pada agama mana pun. “Agama apapun sangat melaknat prilaku inses,”tegas Waspada

 

 

Selain dua kasus tersebut, laporan kasus inses lainnya pun terjadi di Kabupaten Bogor, diantaranya membuat si anak hingga melahirkan.

 

 

“Problemnya  ada beberapa kasus yang sudah sempat dilaporkan ke KPAD tapi kemudian dihentikan oleh pengadu dengan berbagai alasan. Akhirnya KPAD tidak bisa menindaklanjuti karena tidak memiliki data dan bukti yang kuat, padahal awalnya sudah mengadu ke KPAD,” katanya.

 

 

Maraknya kasus tersebut, Waspada  mengingatkan masyarakat kabupaten Bogor untuk meminimalisir dan mencegah Inses dengan  cara  meningkatkan penguatan keluarga, pemahaman agama dalam keluarga, peningkatan komunikasi dan penguatan ekonomi.

F

“Mengingat beberapa kasus inses disebabkan disharmoni keluarga, lemahnya pemahaman agama, faktor ekonomi dan komunikasi keluarga yang lemah,”ujar Waspada.

 

Selain itu, KPAD juga mengingatkan masyarakat untuk belajar Parenthing Skill untuk  agar terhindar dari disharmoni atau bahkan KDRT.

 

“Program tersebut bisa diselenggarakan oleh PKK  atau elemen lain bekerjasama dengan lembaga – lembaga yang expert dibidang Parenthing,” katanya.

 

Sementara,  Waspada menyebut, KPAD juga memiliki  program Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak, yang rencananya akan dilaksanakan di sekolah – sekolah SLTP dan SLTA di Kabupaten Bogor dengan bekerjasama instansi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *