Wabah PKM Diprediksi Bakal Kurangi Kuantitas Hewan Kurban di Kabupaten Bogor 

 

 

Cibinong- Wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak diprediksi bakal mengurangi kuantitas hewan kurban pada perayaan Idul Adha 2022 atau 9 juli mendatang.

 

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor pun mulai melakukan antisipasi setiap masuknya hewan kurban. Ia mengaku akan melakukan pemeriksaan hewan kurban lebih awal yang biasanya 30 hari menjelang Idul adha.

 

“Biasanya H-30 kami mulai menerjunkan petugas untuk memerika hewan ternak di lapangan, namun dengan adanya wabah PMK ini, antisipasinya kami majukan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Kabupaten Bogor, Hardy Hendriwan, Selasa (24/5).

 

Hardy mengatakan, Diskanak dengan tegas menolak hewan ternak yang berasal dari wilayah yang ditemukan kasus PMK, untuk masuk ke Kabupaten Bogor. Meskipun, dari tahun ke tahun Kabupaten Bogor paling banyak menerima hewan ternak dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

 

Misal pada Tahun 2021, dari jumlah hewan ternak sebanyak 42834 ekor baik Sapi, Kambing, Kerbau dan Domba, 35 persen berasal dari Jawa Tengah. 25 persen berasal dari Jawa Timur dan sebagian lainnya berasal dari NTB, NTT, Bali dan ternak lokal.

 

“Kemungkinan di tahun 2022 ini jumlahnya menurun karena ada pembatasan itu, namun belum bisa diprediksi berapa jumlahnya,” jelas Hardy.

 

Meski demikian, Herdy menilai, untuk wilayah Jabodetabek suplai hewan ternak tetap melimpah, hanya pembatasannya yang lebih diperketat.

 

“Kita juga tidak bisa menolak ternak-ternak yang datang apabila ternak tersebut sehat dan tidak berasal dari daerah kasus, mudah-mudahan penurunannya tidak besar karena banyak juga dari luar Pulau Jawa yang bisa masuk,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *