BOGORONLINE.com – Tujuh ekor sapi di Kota Bogor terkonfirmasi positif terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setelah menjalani pemeriksaan sampel darah di laboratorium.
“(Positif) PMK. Keluarnya (uji lab) hari ini siang menjelang sore,” kata Anas kepada wartawan,” Selasa (7/6/2022) malam.
Informasi yang dihimpun, ketujuh sapi yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak tersebut sebelumnya dinyatakan suspek terjangkit PMK. Atas temuan itu, DKPP lantas mengambil langkah dengan melakukan penutupan sementara tempat tersebut sejak 3 Juni 2022.
Sampai saat ini, terang Anas, ketujuh sapi tersebut tengah mendapat perawatan khusus agar kembali sehat. Rencananya, RPH akan dibuka kembali pada 18 Juni.
“Untuk ini biar sehat dulu, saya tutup dari tanggal 3 sampai 17 Juni. Tapi sebelum tanggal 17 akan dilakukan PCR semua (hewan ternak) melalui Balivet,” katanya.
Anas mengatakan, bahwa penanganan terhadap sapi telah dilakukan pada saat dinyatakan suspek terjangkit PMK, bahkan dilakukan isolasi dengan hewan ternak lainnya.
“Penanganan sudah ditangani walaupun klinis sudah mengisolasi semuanya. Saat itu saya langsung tutup walaupun baru suspek,” tuturnya.
Untuk hewan ternak lain, dikatakan Anas, pihaknya rutin melakukan monitoring langsung ke kandang-kandang. Monitoring juga dilakukan DKPP bersama PDHI di tiap kecamatan.
Selain mengisolasi, dilakukan juga pemberian obat dan pemeriksaan terhadap hewan ternak. Namun dirinya mengetahui pasti dari mana sapi yang datang ke Kota Bogor ini tertular virus penyebab PMK.
“Sapi yang datang juga lengkap dokumennya. Tapi kan diperjalananan kita nggak tahu namanya virus. Dari Jawa Timur perjalanan lewat Jawa Barat, belum di Jawa Tengah,” tandasnya. (Hrs)





