by

Buntut Permasalahan Dugaan Korupsi BTT, Ketua DPRD Pinta Sekertaris Disdagin Segera Dirotasi

 

Cibinong – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta agar segera melakukan rotasi Sekertaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Sumardi. Permintaan rotasi itu merupakan buntut ditetapkannya Sumardi sebagai tersangka penggelapan uang Bantuan Tidak Terduga (BTT) oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

 

 

Rudy meminta kepada Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan untuk segera membuat surat rekomendasi kepada Kementerian dalam negeri (Kemendagri) untuk merotasi Sumardi.

 

 

“Plt Bupati hari ini jangan takut melakukan langkah strategis, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kalau memang dibutuhkan rotasi pada saat status Plt, ini tidak bisa rotasi secara langsung, maka bersurat dengan Kemendagri untuk segera melaksanakan rotasi,” kata Rudy, Rabu (3/8).

 

 

Rudy mengaku khawatir akan ada permasalah lain jika Sumardi tidak segera dirotasi atau diberhentikan sementara. Sebab, kata dia, jabatan Sumardi merupakan jabatan strategis pada Disdagin Kabupaten Bogor, yakni Sekertaris Dinas.

 

 

“Kalau tidak segera melaksanakan rotasi, malah nanti kedepan menyebabkan permasalahan baru,” ujar Rudy.

 

 

 

 

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menetapkan Sekertaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Sumardi dan pegawai honor (SS) pada pemerintahan Kabupaten Bogor sebagai tersangka penggelapan uang bantuan kebencanaan sebesar Rp1,7 Miliar.

 

 

Sumardi dan pegawai honor itu diduga menggelapkan uang Bantuan Tidak Terduga (BTT) pada APBD tahun 2017. Namun, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap kedua orang itu.

 

 

“Kami tidak tahu keberadaan yang bersangkutan, tapi setelah penetapan tersangka ini, kita akan melakukan upaya pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebagai tersangka. Penyidik akan melakukan langkah dalam menyempurnakan tindakan berkas perkara untuk kemudian dilimpahkan ke penuntut umum,” Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Juanda , Kamis (28/7).

 

Sumardi yang merupakan mantan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, ditetapkan sebagai tersangka bersama satu orang lainnya berinisial SS yang merupakan pegawai kontrak di BPBD pada tahun 2011-2018.

 

 

 

 

Terhadap tersangka, disangkakan Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam UU no 31 tahun 1999. “Ancaman pidana untuk Pasal dua minimal 4 tahun dan untuk Pasal 3 minimal 1 tahun dan sampai dengan 20 tahun,” pungkasnya.

 

 

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.