BOGORONLINE.com – Sebanyak 48 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di SEAMEO Biotrop, Kota Bogor, Jawa Barat. Diketahui, MSIB merupakan salah satu program Kampus Merdeka pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Pembukaaan dan orientasi MSIB batch tiga ini dihadiri langsung Direktur SEAMEO Biotrop Zulhamsyah Imran. Kegiatan ini juga disaksikan oleh perwakilan-perwakilan perguruan tinggi secara virtual.
Para mahasiswa ini akan menimba ilmu di SEAMEO Biotrop selama lima bulan di bidang manajemen biodiversitas tropika yang difokuskan pada lima sub topik magang. Antara lain, pengelolaan laboratorium parameter kualitas lingkungan, produksi bibit kultur jaringan tanaman hingga pemasaran, pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal di wilayah tropis serta pertanian perkotaan berkelanjutan.
“Saya harapkan adik-adik sebagai mahasiswa dapat menjadi generasi penerus yang unggul dan bermartabat serta bermanfaat untuk bangsa,” kata Direktur SEAMEO Biotrop Zulhamsyah Imran dalam sambutannya dihadapan mahasiswa, Rabu (31/8/2022).
Ia memaparkan, SEAMEO Biotrop sejak didirikan pada 6 Februari 1998 paling tidak ada sejumlah mandat utama yang diemban. Yang menjadi utama adalah bagaimana melakukan kegiatan penelitian, dalam hal ini untuk mengimplementasikan dari kelompok sains.
“Mangkanya kita sekarang ini punya satu jargon sains for education. Ini juga mengikuti regulasi yang ada di pemerintahan Indonesia karena kami berada di bawah Kemendikbudristek, sehingga agak sedikit kita perlu melakukan metamorfosis ketika kita berbicara penelitian,” ungkapnya.
Pasalnya, lanjut Zulhamsyah, tupoksi penelitian di Indonesia sekarang ini ada di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dengan demikian, kegiatan penelitian yang dilakukan harus sangat menunjang pada kegiatan pendidikan. Hal itupun, selaras dengan hadirnya mahasiswa-mahasiswa yang diharapkan mendukung program-program yang saat ini dibutuhkan.
“Kami melakukan peningkatan kapasitas SDM, barangkali ini yang sangat relevan dengan keberadaan adik-adik mahasiswa di lembaga kami untuk mengikuti satu program yang disebut MSIB yang sudah berjalan 3 batch,” kata Zulhamsyah.
Sementara melalui video jarak jauh, Koordinator MBKM Universitas Syiah Kuala, Muhammad Syukri mengatakan, adanya kegiatan tersebut merupakan momentum bagi para mahasiswa terpilih untuk menimba ilmu pada lembaga yang mumpuni.
“Kami ikut senang Biotrop menjadi mitra aktif melalui MSIB ini, sehingga bisa mengikuti program MBKN. Semoga kedepan lebih luas dan bisa menampung banyak mahasiswa tahun berikutnya. Tentu untuk meningkatkan wawasan akademik, pengalaman dan networking,” tuturnya.
Hal senada disampaikan PIC MSIB Universitas Jenderal Soedirman, Santi Dwi Astuti. Di kampus Universitas Jenderal Soedirman ada empat mahasiswa terpilih mengikuti MSIB di SEAMEO Biotrop.
Santi menyampaikan bahwa hal ini merupakan kesempatan yang berharga, agar mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung, membuka jaringan atau networking serta menambah ilmu secara langsung.
“Kami sangat senang, mudah-mudahan tahun depan kuotanya ditambah dan lebih mencakup luas di wilayah Indonesia,” katanya. (Hrs)





