Meleset dari Target, Jembatan Muarasari Belum Dapat Dilalui Masyarakat

BOGORONLINE.com – Seperti diketahui pembangunan Jembatan Muarasari di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menuai kritikan. Lambannya pengerjaan yang tak kunjung selesai dinilai telah merugikan masyarakat sekitar yang menggunakan akses jembatan.

Petugas pelaksana CV Maisara Karyaindo, Bayu mengaku pembangunan jembatan telah mencapai 64 persen dengan pemasangan empat tiang baru di dasar jembatan.

Ia melanjutkan, bahwa pengerjaan dikatakan mundur hingga 19 hari lantaran ada dua kali perubahan gambar yang memakan waktu cukup lama.

“Ada perubahan gambar sampai dua kali, perubahan itu disampaikan ke Dinas PUPR, setelah dinyatakan sesuai baru bisa kita lakukan pengerjaan,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.

Pihak pelaksana pekerjaan pasrah dikenakan sanksi lantaran ada keterlambatan dalam pengerjaan yang melewati batas tanggal kontrak.

“Kita dikenakan denda dan mengajukan surat penambahan waktu dan perpanjangan waktu pengerjaan ke dinas,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, pengerjaan jembatan Muarasari mengalami keterlambatan dikarenakan terkendala saat proses pembongkaran bangunan jembatan lama.

“Jembatan Muarasari kemarin kondisi pembongkarannya banyak batu, sehingga agak sulit di sana. Bahkan ada pondasi jembatan dibongkar satu satu agak lama,” kata Chusnul, Senin (22/11/2022).

Saat ini, terang dia, progres pembangunan jembatan Muarasari tinggal pekerjaan bagian lantai jembatan. Sementara untuk struktur jembatan telah selesai dikerjakan.

“Sebenarnya itu (pekerjaan jembatan) sedikit lagi, sekarang strukturnya sudah jadi, tinggal untuk plat lantainya,” kata Chusnul.

Ia mengatakan, pada jembatan Muarasari ini ada perpanjangan waktu untuk pelaksana pekerjaan menyelesaikan pembangunan.
“Jadi diperpanjang. Berapa harinya, teknisnya ada di Pak Dadan (Kabid Pembangunan Kebinamargaan),” ucap Chusnul.

Diwartakan, pembangunan jembatan yang berlokasi RT02 RW04, Kelurahan Muarasari itu dikerjakan oleh CV. Maisara Karyaindo per tanggal 22 Agustus hingga 20 November 2022 dengan anggaran dari APBD 2022 senilai Rp576.408.531.

Sebagaimana waktu pelaksanaan, proyek tersebut sedianya rampung pada 20 November. Namun hingga hari ini atau 22 November, jembatan yang menjadi akses penghubung masyarakat Muarasari dan Pakuan ke Jalan Raya Tajur, belum dapat dilalui. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *