Sinergi Foundation Membangun Wakaf Air di Wilayah Krisis Air

BOGORONLINE.com – Sinergi Foundation berencana membangun wakaf sumur di beberapa wilayah pelosok yang mengalami krisis air hingga tak bisa penuhi kebutuhan sehari-hari.

Kampung Cirancana, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya adalah satu dari banyaknya wilayah yang mengalami kesulitan air. Hampir 90 persen pemukiman warga di kampung tersebut tak memiliki toilet.

Selama bertahun-tahun warga memanfaatkan air dari sisa pengairan sawah dari kampung tetangga di pacilingan. Sebuah bilik toilet umum yang dibangun di atas kolam ikan yang digunakan untuk mandi, mencuci, dan mengairi pekarangan.

Ketua RT. 01/RW. 03, Desa Kersamaju, Deli menuturkan bahwa ia kerap menerima keluhan atas air yang kotor.

“Warga banyak yang mengeluh karena airnya bau dan kotor kalo di atas lagi pengairan sawah. Warga ngerasa jijik, gak bisa dipakai sama sekali airnya”, kata Deli, Minggu (03/09).

Ia menambahkan, warga harus menunggu 2 sampai 3 jam hingga air tidak keruh lagi.

Salah satu warga Kampung Cirancana, Heni yang bekerja sebagai ibu rumah tangga terpaksa survive ditengah kesulitan air bertahun-tahun.

Minimnya pasokan air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat Heni harus membawa jerigen bolak balik menempuh jalan setapak ratusan meter.

Sementara dari dua sumber air berbeda, hanya ada satu aliran air yang bisa mereka gunakan untuk kebutuhan memasak dan minum sehari-hari.

Sedangkan untuk kebutuhan mencuci, mandi dan kegiatan sanitasi lainnya, mereka harus mengambil dari bilik toilet umum yang airnya berasal dari pengairan sawah.

Sama halnya dengan kebutuhan air di Pesantren Takwinul Umah keberadaan toilet sebagai sarana MCK untuk ratusan santri tak bisa terpenuhi secara ideal. Akibatnya, tak jarang antrean toilet memakan waktu hingga 1 jam.

Kondisi ini juga membuat proses pendidikan terhambat, terlambat masuk kelas hingga tak bisa ibadah shalat di awal waktu secara berjamaah.

“Di pesantren kalau gak ada air suka ngantri, antrinya bisa sampai 1 jam kalau gak rebutan. Suka kesiangan untuk sekolah, sholat jadi ketinggalan buat berjamaah (masbuk),” kata santri ikhwan (laki-laki) Pesantren Takwinul Umah, Insan Fauzan Muzaffar, Senin (04/09).

Pemanfaatan air bagi santri Takwinul Umah tak hanya kebutuhan bersuci dan konsumsi saja. Para santri berinisiasi untuk mandiri pangan dengan berternak, budidaya jamur dan tanaman pangan lainnya.

“Kegiatan santri selain mandi, nyuci dan masak, ada yang berkebun, siram siram tanaman di lingkungan pesantren. Ada yang suka bantuin tukang bangunan. Beternak juga ada, dalam 1 minggu ada yang suka mandiin hewan ternaknya,” lanjut Ihsan.

Kampung Cirancana dan Pesantren Takwinul Umah adalah dua dari banyaknya wilayah yang alami kesulitan air untuk penuhi kebutuhan harian. Kesulitan air bersih selain kurangnya mata air, juga fasilitas penunjangnya yang jauh dari kata layak.

Menanggapi krisis air di wilayah itu, Sinergi Foundation berikhtiar untuk mencukupkan kebutuhan mereka dengan membangun sumber air.

Dalam perjalanannya, program wakaf air Sinergi Foundation telah mengalir di berbagai wilayah. Diantaranya kawasan pendidikan Kuttab Al-Fatih Cileunyi Kabupaten Bandung, kawasan Firdaus Memorial Park Bogor, Kp. Cihawuk, Kab. Bandung, dan Kp. Leuwinanggung, Cianjur. Hingga kini, Sinergi Foundation kembali berikhtiar bangun wakaf air di Pesantren Takwinul Umah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *