Usai Diuji Beban, Jembatan Otista Akan Diresmikan Ahad

BOGORONLINE.com – Jembatan Otista rencananya akan diresmikan pada Ahad, 17 Desember 2023. Hal ini dilakukan usai jembatan Otista dinyatakan memenuhi standar dalam uji beban.

“Alhamdulillah uji beban jembatan Otista sudah selesai dan hasilnya dinyatakan aman memenuhi standar untuk digunakan bagi kepentingan publik,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya di lokasi, Kamis, 14 Desember 2023.

Dengan begitu, lanjut Bima Arya, jembatan yang terletak di Jalan Otto Iskandardinata itu akan diresmikan pada 17 Desember 2023 pagi.

Jembatan Otista yang dibiayai Rp49 miliar dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini akan diresmikan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.

“Insyaallah jembatan Otista ini akan diresmikan pada hari Ahad pagi oleh Bapak Pj gubernur Jawa Barat dan mudah-mudahan Bapak Ridwan Kamil juga berkenan hadir,” ujarnya.

Namun demikian, jembatan yang melintang di atas sungai Ciliwung ini baru bisa dilalui kendaraan esoknya atau 18 Desember 2023 pagi.

“Berdasarkan rapat dengan Forkopimda, maka di waktu weekend atau Sabtu Ahad arus kendaraan padat, maka disarankan untuk membukanya di Senin pagi,” terangnya.

Ia menambahkan, jeda yang ada akan dimanfaatkan untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat termasuk berkaitan pemberlakuan kembali sistem satu arah (SSA) di seputar Kebun Raya Bogor.

“Jadi jembatan ini akan dibuka hari Senin pagi dan kembali ke sistem satu arah di jam 8.30 WIB. Dan untuk yang mau jogging mengelilingi SSA silahkan hari Sabtu,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala DPUPR Kota Bogor Rena Da Frina mengatakan, uji beban jembatan Otista menggunakan dua metode, yakni statis dan dinamis.

“Metode statis ada dua yang akan kami capai yaitu nilai tegangan atau stretching dan nilai lendutan,” kata Rena.

Dalam pengujian ini menggunakan sembilan dump truck yang masing-masing seberat 20 ton. Kendaraan-kendaraan berat ini diletakkan berjajar di atas jembatan.

“Di statis ini ada enam formasi yang dipakai dan sampai formasi ketiga tadi nilainya masih di bawah toleransi baik tegangan maupun lendutan,” kata dia.

https://fb.watch/oWPeFQGEyT/?mibextid=Nif5oz

Lebih lanjut, Rena menyebut nilai lendutan yang diperkenankan maksimal 5,5 sentimeter, sedangkan nilai tegangan 28,8 megapascal.

Sementara untuk uji beban dengan metode dinamis, ujar Rena, kendaraan berat yang melintas jembatan diberi hambatan berupa batu dan kayu.

“Uji ini untuk menghitung hentakannya, natural dan frekuensinya. Total untuk mendapatkan hasilnya bisa diketahui 2-3 jam, karena alatnya terpasang di bawah dan dimonitor di layar komputer,” urainya.

Rena juga menjelaskan uji beban terhadap jembatan Otista merupakan fase terakhir menjelang peresmian yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu pagi.

“Tujuannya (uji beban) memastikan jembatan yang dibangun sesuai perencanaan di bawah nilai toleransi dan bisa digunakan,” tandasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *