Riza Fajriani Putri, S.Pd
Guru SIT Asy -syifa Qolbu
“Mencerdaskan kehidupan bangsa” begitulah yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tapi nyatanya masih banyak anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan atau bahkan tidak pernah bersekolah sama sekali.
Padahal ada program pemerintah yang sudah membebaskan biaya untuk bersekolah. Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan? Salah pemerintah? Salah guru? Atau bahkan salah anak-anak yang justru ingin belajar untuk mengubah hidupnya?
Didaerah-daerah yang sulit sekali terjamah oleh manusia atau bahkan kurang dilirik pemerintah, ternyata masih banyak siswa yang sangat ingin sekali belajar. Sulitnya akses jalan, jauhnya jarak dari rumah untuk sampai ke sekolah, fasilitas sekolah yang kurang memadai, bangunan yang mulai termakan usia atau bahkan alat tulis untuk belajarpun sulit untuk didapatkan. Tetapi semangat anak-anak kita yang selalu menyambut dengan senyum yang tulus, berharap ada sedikit ilmu yang bisa kita bagi untuk mereka bawa dikehidupannya atau bahkan mereka pamerkan kepada orangtuanya “Pak, Bu tadi saya belajar tentang ini”.
Mungkin, masih sedikit guru yang mau ditempatkan ditempat yang sulit dijangkau. Mungkin imbalan yang diterima tidak setimpal dengan perjuangan yang dilakukan. Padahal, rintangan dan halangan apapun yang berada dihadapannya, pasti akan dikerjakan dengan hati yang ikhlas. Itulah guru, terkadang semua yang sudah ia berikan, masih kurang dihargai.
Guru pahlawan tanpa tanda jasa katanya, pahlawan yang hanya perlu diberi makan rasa ikhlas dan rasa bersyukur karena sudah menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Padahal kalau dipikir-pikir justru gurulah pahlawan yang perlu tanda jasa (?)
Pendidikan bukan hanya untuk menjadi kaya raya, pendidikan bukan soal materi yang semua bisa dibeli. Pendidikan mengajarkan bagaimana bertahan hidup dikehidupan yang akan datang, sebab hidup bukan sekedar hidup. Hanya mengingatkan, pendidikan tidak hanya untuk orang yang mampu membayar, mereka yang tidak mampu juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak. (*/)





