Manusia dan Pendidikan

Headline, Sosok163 views

Oleh : Ikbal Septiadi

 

 

Manusia adalah makhluk Allah yang istimewa sehingga Allah menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi, memimpin makhluk-makhluk yang lainnya. Sebagai khalifah di muka bumi, Allah memfasilitasi manusia dengan akal budi agar manusia dapat bertindak dengan arif, bijaksana, dan tidak membuat kerusakan di muka bumi. Maka dari itu, pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam peradaban dan keberlangsungan hidup manusia.
Jika menarik benang merah sejarah manusia dan pendidikan, keduanya seolah terlahir pada saat yang bersamaan. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam Q.S. Al-Baqarah : 31
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda- benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar” (Q.S. Al-Baqarah : 31)
Berkaca pada realita tersebut, kita dapat berkesimpulan bahwa manusia adalah makhluk pendidikan. Ulama ahli mantiq mendefinisikan manusia sebagai “Al-Insaanu Hayawaanun Naatiqun” (Manusia adalah hewan yang berpikir). Dalam kajian mantiq, definisi manusia di samping merupakan definisi yang sempurna karena terdiri dari “Jins” (genus) yaitu manusia sebagai hewan dan “Fashl” (differensia) yaitu sifat berpikir yang dilekatkan pada manusia sebagai hewan yang mana sifat “berpikir” ini menjadi pembeda antara manusia sebagai hewan dan jenis-jenis hewan lainnya secara mendasar. Mengkaji manusia dan pendidikan melalui pendekatan mantiq akhirnya akan mengantarkan kita pada kesadaran bahwa manusia dan pendidikan adalah dua hal yang melekat tak terpisahkan.
Melalui pendekatan historis, kita juga dapat menemukan betapa besarnya dampak pendidikan dalam keberlangsungan hidup manusia. Dari berbagai peradaban yang tumbuh di garis panjang sejarah kehidupan manusia, semuanya menemukan formulasi peradaban dan kebudayaannya melalui proses pendidikan. Mulai dari bagaimana peradaban dan kebudayaan itu terbentuk, terakulturasi, terasimilasi, dan berinovasi tidak lepas dari aktivitas berpikir dan pencarian kebenaran yang dilakukan oleh manusia melalui proses pendidikan itu sendiri. Arab dengan Nubuwwahnya, Yunani dengan Filsafatnya, Eropa dengan Renaissancenya, hingga manusia modern dengan revolusi industrinya, semuanya berakar dari pendidikan.
Manusia secara naluriah akan selalu berinovasi mencari solusi dan jawaban atas berbagai macam permasalahan yang mereka hadapi agar mencapai hidup yang lebih mudah. Hal ini bisa kita lihat dari betapa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak lain semata-mata untuk mencapai kemudahan dan kemaslahatan dalam hidup. Maka berkaca pada sejarah, berbagai macam permasalahan yang manusia rasakan hari ini jawabannya adalah pendidikan. Semua pihak harus memberi perhatian lebih pada bagaimana pendidikan hari ini berlangsung dan bagaimana pendidikan ini tetap pada jalan dan koridornya dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Pendidikan yang dikelola dengan baik akan membuahkan peradaban yang baik dan cemerlang pula. Sedangkan pendidikan yang tidak dikelola dengan baik akan menciptakan kemunduran, keterbelakangan, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan berbagai macam problem kemanusian yang lainnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *