Fasilitas Kesehatan Bogor Bantu 433 Peserta JKN

BOGORONLINE.com – Sebuah inisiatif yang patut diapresiasi datang dari enam fasilitas kesehatan terkemuka di Kota Bogor. Dalam sebuah upaya yang bertujuan untuk mendukung peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengalami kesulitan dalam membayar iuran, keenam fasilitas kesehatan ini telah menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa donasi sebesar Rp.192.860.000. Donasi yang disalurkan ini diperuntukkan bagi sekitar 433 peserta JKN yang tinggal di wilayah Kota Bogor dan memiliki tunggakan pembayaran iuran.

Keenam fasilitas kesehatan yang terlibat dalam inisiatif mulia ini adalah RS Ummi, RS PMI, Klinik Mata dr. Hasri Ainun Habibie, RS Hermina Bogor, Klinik Duta Medika Pratama, dan Klinik Nala. Kriteria peserta JKN yang akan menerima donasi telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, yaitu peserta kelas 3 yang memiliki tunggakan minimal 3 bulan dan telah membayar iuran selama 12 bulan. Namun, penting untuk dicatat bahwa penyaluran bantuan ini tidak langsung diberikan kepada peserta JKN yang menunggak. Sebagai gantinya, BPJS Kesehatan memberikan pendidikan dan meminta komitmen kepada peserta untuk membayar iuran secara teratur dan tidak menunggak lagi setelah menerima bantuan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bogor, Jenal M Sambas, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi fasilitas kesehatan tersebut. Sambas juga menambahkan bahwa peserta yang memang tidak mampu akan diarahkan untuk menjadi peserta JKN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah, sebagai upaya untuk memastikan bahwa semua warga dapat mengakses layanan kesehatan dengan lancar.

“Saya sangat mengapresiasi partisipasi keenam fasilitas kesehatan RS Ummi, RS PMI, Klinik Mata dr. Hasri Ainun Habibie,RS Hermina Bogor, Klinik Duta Medika Pratama, dan Klinik Nala untuk membantu peserta JKN yang memiliki tunggakan iuran melalui donasi CSR. Donasi ini akan disalurkan kepada peserta di Kota Bogor dengan kriteria tertentu, sambil kami terus memberikan edukasi agar peserta dapat menjaga kelancaran pembayaran iuran mereka. Untuk peserta yang nantinya memang tidak mampu akan kami arahkan menjadi peserta JKN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah,” kata Jenal M Sambas pada saat penandatangan perjanjian kerjasama penyaluran CSR, Selasa (11/6/2024).

Salah satu perwakilan dari fasilitas kesehatan, Direktur Operasional Rumah Sakit Ummi, Mus Aida, juga menyatakan dukungannya terhadap program ini. Mus Aida menekankan bahwa biaya kesehatan saat ini sangat mahal, dan oleh karena itu, bantuan ini diharapkan dapat membantu peserta JKN untuk kembali mendapatkan jaminan kesehatan yang mereka butuhkan.

“Dukungan kami kepada peserta JKN yang mengalami kesulitan pembayaran iuran adalah bentuk kontribusi RS Ummi terhadap program JKN. Kami senang dapat membantu peserta JKN yang mengalami masalah dalam pembayaran iuran, karena bagi kami, jaminan kesehatan adalah hal yang sangat penting,” ujarnya.Kami berharap dengan donasi ini, masyarakat yang menerima bantuan akan kembali mendapatkan jaminan kesehatannya. Sumber daya manusia yang sehat adalah modal utama dalam pembangunan, khususnya di Kota Bogor,” tambahnya.

Inisiatif dari enam fasilitas kesehatan ini tidak hanya merupakan bantuan finansial, tetapi juga merupakan sebuah komitmen nyata dalam mendukung akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, serta mendorong kesadaran akan pentingnya pembayaran iuran JKN secara rutin untuk menjaga kelancaran program ini. Semoga inisiatif semacam ini dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya taupun pemangku kepentingan lainnya khususnya di Kota Bogor untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional melalui Corporate Social Responsibility.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *