Wujudkan Generasi Emas DP3AP2KB Pemkab Bogor, Jadikan Puspasari Pilot Project Genting

BogorOnline.com – CITEUREUP

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ingin wujudkan keluarga berkualitas dan generasi emas 2025. Melalui gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting) di Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor Jumat (21/02/25).

Tenaga ahli stunting pada DP3AP2KB Pemkab Bogor Munandar Ahmad mengatakan, kegiatan di desa ini adalah launching Genting yang menyasar ibu hamil usia subur, calon pengatin, pasca melahirkan dan anak stunting. Berdasarkan datang yang didapat oleh dinas untuk pilot project, salah satunya ada di Bumi Tegar Beriman. Tepatnya berada di Desa Puspasari, dengan sasaran delapan anak keluarga berisiko dan dua ibu hamil. Namun masih ia mengatakan, sasaran tersebut juga bukan berararti sudah stunting melaikan
keluarga yang dimungkinkan bisa terkena.

“Adapun angka stunting didesa ini hanya satu anak, jadi kita berharap program ini jangan muncul lagi kasus yang sama. Sehingga diberi bantuan berupa makanan bergizi setiap hari, pada seribu pertama kehidupan, sampai si anak berumur dua tahun,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di desa hari ini.

Lanjut Ketua Badan amil zakat nasional (Baznas) Kabupaten Bogor Lesmana mengatakan, kedatangan pihaknya hari ini untuk hadir dalam hal membatu fakir miskin, gizi buruk, stunting yang sudah menjadi kewajiban Baznas. Dimana masih ia mengatakan, pertemuan kali ini mudah-mudahan mendapat restu dari Allah SWT. Guna selalu berbuat baik agar tidak ada lagi anak yang mengalami stunting. Dengan membarikan lima puluh paket makanan bergizi kepada anak yang mengalami gizi buruk.

“Kami serahkan ke camat untuk diatur sebagai mana mestinya,” katanya.

Sambung Camat Citeureup Edy Suwito menambahkan, pihaknya sangat apresiasi program genting. Sebagaimana dalam perjalanannya Baznas juga kolaborasi, untuk warga yang berada diwilayahnya tidak mampu. Terutama yang mengalami stunting diberikan bantuan berupa makan yang sehat. Apalagi masih ia menjelaskan, sampai saat ini angka penderita stunting masih bisa ditekan, termasuk yang ada di Desa Puspasari tinggal satu orang saja. Dengan itu masih ia menuturkan,terus menekan stunting, salah satunya dengan Genting, bekerja sama seluruh pihak memberikan perbaikan gizi.

“Sebagaimana arahan Astacita Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo subianto,” tutupnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *