Merajut Asa untuk Anak Desa, Mahasiswa KKNT IPB 2025 Ajak Siswa SDN Karya Bakti Belajar Sambil Bermain

beranda, Headline373 views

Pada tanggal 15 Juli 2025, mahasiswa KKNT IPB melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi lingkungan dan praktik belajar secara menyenangkan di SDN Karya Bakti, Desa Karacak, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dibuka oleh kepala sekolah, yang diikuti oleh siswa kelas 2 sampai 6 beserta bapak dan ibu guru.

“Sebelumnya sekolah kami belum pernah kedatangan mahasiswa PKL atau KKN. Padahal, sekolah-sekolah lain sudah sering mendapat kunjungan. Memang sekolah kami ini lokasinya terpencil, berbeda dengan sekolah yang lain. Kemarin waktu saya dapat informasi bahwa ada mahasiswa IPB yang akan berkunjung, saya senang sekali. Akhirnya, sekolah kami tersentuh dan kami sangat mendukung semua program yang adik-adik mahasiswa akan laksanakan,” ujar Yani Widianingsih, Plt. Kepala SDN Karya Bakti, saat menyampaikan kata sambutan dalam sesi pembukaan kegiatan.

*SIJOLI: Mari Wujudkan Lingkungan “Bersih Ijo Lestari”*

SIJOLI berfokus pada upaya bersama dalam rangka menjaga lingkungan agar tetap lestari. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan edukasi sejak dini kepada siswa tentang pentingnya mengelola sampah berdasarkan jenisnya, guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan berkelanjutan.

“Kami, guru-guru di sini (SDN Karya Bakti), sudah mengajarkan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan, salah satunya terkait larangan membuang sampah sembarangan. Namun, kami baru sebatas menghimbau siswa membuang sampah pada tempat sampah, belum sampai memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Sehingga, kami akan merasa sangat terbantu jika memang adik-adik mahasiswa akan berbagi ilmu kepada siswa mengenai pemilahan sampah,” tambah Yani Widianingsih, Plt. Kepala SDN Karya Bakti.

Mahasiswa KKNT IPB memberikan pemaparan materi dasar mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta tata cara mengelola sampah yang baik dan benar. Selain itu, mahasiswa juga menyerahkan luaran program kepada sekolah berupa pojok pilah sampah yang terdiri atas tiga tempat sampah untuk tiga jenis sampah (organik, anorganik, dan B3) serta poster ajakan membuang sampah dengan memilahnya terlebih dahulu.

*Fun with Science: Belajar Sains Itu Asyik*

Menurut sebagian orang, belajar sains itu terasa membosankan sekaligus menakutkan. Sains identik dengan belajar di laboratorium dan menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Namun, hal itu tidak menyurutkan mahasiswa KKNT IPB untuk berkreasi. Mahasiswa IPB mengemas sains sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan oleh anak-anak. Fun with Science merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKNT IPB yang berfokus pada pengenalan sains kepada anak sekolah melalui eksperimen sederhana layaknya permainan. Program kerja ini terdiri atas tiga kegiatan, diantaranya:
1. Pembuatan es krim dari susu dan es batu. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang perubahan wujud zat, perpindahan panas, serta kerja tim. Mereka memahami bahwa dengan menurunkan suhu menggunakan es dan garam, susu bisa berubah menjadi es krim.
2. Fluida Non-Newtonian dengan tepung maizena. Eksperimen ini memperkenalkan konsep viskositas dan fluida, serta perbedaan antara zat padat dan cair. Ketika maizena dicampur dengan air, anak-anak akan kagum dengan tekstur yang bisa berubah tergantung tekanan.
3. Gunung meletus dari soda kue dan cuka. Ini adalah contoh reaksi kimia sederhana yang menyenangkan. Anak-anak dapat belajar tentang reaksi asam-basa, serta proses-proses alami seperti erupsi gunung berapi yang disimulasikan secara aman.

*Tujuan Akhir: Merajut Asa Anak Desa dalam Menggapai Mimpi*

Seluruh kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKNT IPB di SDN Karya Bakti bukan sekadar pemenuhan kewajiban sebagai mahasiswa untuk mendapatkan angka semata. Kegiatan kunjungan KKNT IPB di SDN Karya Bakti merupakan wujud upaya perguruan tinggi melalui mahasiswa dalam rangka membuka asa bagi anak desa agar dapat memiliki semangat juang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *