BogorOnline.com — Perayaan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar PGRI Ranting 1 Cabang Cisarua menghadirkan terobosan baru melalui penyelenggaraan lomba MTQ secara online. Agenda ini menjadi daya tarik utama dan pembeda pada peringatan tahun ini yang berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, di SDN Tugu Selatan 01, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Acara mengangkat tema nasional “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” serta semangat “Menguatkan Solidaritas dan Kompetisi serta Perlindungan Guru untuk Pendidikan yang Bermutu.”
Kegiatan ini diikuti oleh sembilan Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Cisarua, yaitu:
• SDN Tugu Selatan 01
• SDN Tugu Selatan 02
• SDN Gunung Mas
• SDN Cikoneng
• SDN Tugu Utara 01
• SDN Tugu Utara 02
• SDN Ciburial
• SDN Sampay 01
• SDN Sampay 02
Para peserta mengikuti berbagai perlombaan seperti tenis meja, bola voli, catur, bakiak, serta pupuh Sunda. Khusus untuk tahun ini, lomba MTQ digelar secara online untuk memperluas partisipasi dan menambah sentuhan rohani dalam rangkaian kegiatan.

Ketua PGRI Ranting 1 Kecamatan Cisarua, Saptaji, menegaskan bahwa inovasi MTQ online menjadi wujud adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
“Alhamdulillah, di usia PGRI ke-80 ini kami mencoba hal baru. MTQ online menjadi langkah awal. Pesertanya cukup banyak, dan InsyaAllah tahun depan akan kami lakukan secara live,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya ranting sebagai penggerak utama organisasi. “Kami berharap PGRI Cabang Kecamatan Cisarua bisa memberi dukungan lebih kepada ranting. Ranting adalah mesin yang menggerakkan cabang. Kami ingin PGRI tidak hanya besar namanya, tapi juga besar karyanya,” tegasnya.
Sekretaris PGRI Ranting 1 Kecamatan Cisarua, Fikri H, menyampaikan bahwa seluruh sekolah sangat antusias mengikuti rangkaian perlombaan.
“Hari ini semua SD Negeri ikut hadir, memeriahkan, dan berpartisipasi. MTQ tahun ini menjadi sesuatu yang baru. Selain olahraga, kami ingin kegiatan ini juga menyentuh aspek rohani,” jelasnya.
Fikri menekankan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi upaya mensyiarkan dan membudayakan membaca Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
“Tujuan utamanya adalah pembiasaan membaca Al-Qur’an, bukan sekadar mengejar juara,” ujarnya.
Perayaan HUT PGRI ke-80 di Cisarua bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas antar guru, menghubungkan seni, olahraga, dan nilai-nilai keagamaan dalam satu wadah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata PGRI Ranting 1 dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mempererat hubungan antar sekolah, dan mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
(Deni)





