BOGORONLINE.com – Indosat Ooredoo Hutchison terus memperkuat layanan jaringan 5G di wilayah Bogor Raya. Hingga Januari 2026, perusahaan telah mengoperasikan 818 site jaringan yang tersebar di Bogor Timur dan Bogor Barat, menjadikan Bogor sebagai salah satu wilayah dengan kualitas 5G terkuat di Indonesia.
Executive Vice President Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, mengatakan penguatan jaringan dilakukan untuk menjawab tingginya mobilitas dan kebutuhan masyarakat akan akses internet berkecepatan tinggi.
“Di Bogor ini 5G kita salah satu yang terkuat. Totalnya sekarang sudah ada sekitar 800 sampai 818 titik di Bogor Timur dan Bogor Barat,” ungkap Swandi saat ditemui di Lapangan Sempur Kota Bogor, Ahad (25/1/2026).
Swandi menuturkan, Indosat juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman teknologi 5G, termasuk manfaat dan cara mengaksesnya.
“Masih ada masyarakat yang belum paham apa itu 5G. Kalau 4G itu seperti jalan tol yang sudah padat, 5G itu jalan tol dengan lima jalur dan masih sepi. Jadi dari sisi download, streaming, nonton, sampai gaming jauh lebih nyaman,” tukasnya.
Ia menambahkan, salah satu kendala pelanggan belum menikmati layanan 5G adalah perangkat yang belum mendukung.
“Kadang pelanggan merasa tidak dapat 5G, ternyata handphone-nya memang belum eligible. Padahal kartu SIM 4G itu sebenarnya sudah otomatis bisa dipakai untuk 5G,” katanya.
Swandi mengungkapkan, tantangan terbesar pengembangan jaringan di kawasan perkotaan seperti Bogor adalah keterbatasan lahan untuk pembangunan menara baru.
“Green line sudah hampir tidak ada, rooftop juga sekarang banyak ketentuannya. Satu-satunya jalan adalah melakukan split jaringan antara 4G dan 5G,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, pengguna perangkat 5G akan diarahkan langsung ke jaringan 5G sehingga beban trafik di jaringan 4G dapat berkurang.
“Kalau handset-nya sudah 5G, ya pakai 5G. Ini supaya 4G dan 5G sama-sama nyaman dipakai,” tambah Swandi.
Saat ini, Indosat menetapkan ambang batas okupansi jaringan di angka 85 persen. Jika melewati batas tersebut, perusahaan akan melakukan peningkatan kapasitas atau membangun site baru dengan skema split cell.
Sejak diluncurkan tahun lalu, trafik penggunaan 5G Indosat di Bogor mengalami peningkatan signifikan.
“Incremental trafik 5G kita naik sekitar 25 persen. Artinya pengguna dengan handset 5G sudah mulai berpindah ke jaringan 5G,” ungkapnya.
Indosat menargetkan kontribusi bisnis dari layanan 5G di wilayah Bogor Raya mencapai 15 persen pada 2026. Saat ini, pangsa pasar Indosat di Bogor tercatat berada di kisaran 35–36 persen, tertinggi di wilayah tersebut.
“Bogor ini pengguna datanya tinggi. Kalau tidak kita perkuat jaringannya, congestion pasti terjadi,” kata Swandi.
Swandi menegaskan, pengembangan 5G sejalan dengan misi Indosat untuk memberdayakan masyarakat melalui digitalisasi.
“Fokus kami adalah empowering Indonesia, memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan mimpinya. Kami tidak ingin hidup sendiri, tapi saling melengkapi dengan operator lain,” ujarnya.
Selain layanan prabayar dan pascabayar, Indosat juga menghadirkan solusi konektivitas lengkap, termasuk layanan WiFi kabel dan nirkabel. Untuk pelanggan pascabayar tertentu, Indosat bahkan menyediakan kuota internasional.
“Untuk pelanggan platinum, tersedia kuota hingga 20 GB per tahun yang bisa dipakai di 10 negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam tanpa perlu beli roaming internasional,” tutup Swandi.





