Mahasiswa KKN-T IPB Terapkan Teknologi Superheated Steam Drum untuk Pengelolaan Sampah Desa Wangunjaya, Bogor

beranda, Headline97 views

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius di tingkat desa, termasuk di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Keterbatasan sistem pengelolaan sampah, rendahnya pemilahan antara sampah organik dan anorganik, serta minimnya penerapan teknologi pengolahan yang sesuai dengan kondisi lokal menyebabkan sampah rumah tangga belum terkelola secara optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sebagian sampah kering rumah tangga di Desa Wangunjaya kerap dibuang ke lingkungan atau dibakar secara terbuka tanpa pengendalian, yang dapat menimbulkan asap dan residu berbahaya. Melihat permasalahan tersebut, Tim KKN-TEMATIK BOGORKAB08B IPB University menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna melalui penerapan Superheated Steam Drum (SS Drum).

Teknologi ini dikembangkan sebagai alternatif pengelolaan sampah skala desa yang sederhana, aplikatif, dan berpotensi berkelanjutan. SS Drum bekerja dengan prinsip pembakaran termal terkendali yang memanfaatkan uap air bertemperatur tinggi (superheated steam) untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi volume sampah kering (Kusumo et al. 2022).

SS Drum sebagai Teknologi Tepat Guna Skala Desa

Program kerja Superheated Steam Drum (SS Drum) merupakan bentuk penerapan teknologi tepat guna untuk pengelolaan sampah kering. Alat ini memanfaatkan panas dari pembakaran oli bekas sebagai sumber energi untuk memanaskan air hingga menghasilkan uap air bertemperatur tinggi. Uap tersebut kemudian dialirkan ke ruang pembakaran untuk membantu proses dekomposisi termal sampah secara lebih efektif.

Sampah kering dimasukkan melalui bagian atas drum dan mengalami proses pembakaran terkendali, sementara residu pembakaran berupa abu tertampung pada bagian bawah alat. Dengan sistem ini, volume sampah dapat berkurang secara signifikan, sekaligus memanfaatkan limbah oli bekas yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Tahapan Pelaksanaan Program

Sebelum pelaksanaan, SS Drum diposisikan pada area terbuka yang aman untuk operasional. Tangki air diisi sekitar tiga liter sebagai sumber uap, sementara wadah pembakaran diisi oli bekas sesuai kebutuhan awal.

Tahap awal dimulai dengan pembakaran oli bekas hingga menghasilkan panas yang cukup untuk mendidihkan air. Setelah air mendidih, keran dibuka secara perlahan untuk menghasilkan aliran uap air bertemperatur tinggi. Sampah kering kemudian dimasukkan ke dalam drum, di mana uap air berperan dalam meningkatkan temperatur ruang bakar dan menstabilkan proses pembakaran.

Sisa pembakaran berupa abu akan jatuh dan tertampung di bagian bawah drum untuk dibersihkan secara berkala. Selama kegiatan berlangsung, tim KKN melakukan monitoring terhadap kestabilan api, waktu pembakaran, volume sampah yang tereduksi, serta jumlah residu yang dihasilkan.

Edukasi dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Selain implementasi alat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Desa Wangunjaya. Masyarakat diperkenalkan pada prinsip kerja SS Drum, potensi pemanfaatannya, serta pentingnya pengelolaan sampah kering yang lebih terkontrol dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya melihat SS Drum sebagai alat, tetapi juga sebagai pemicu perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Pemanfaatan teknologi sederhana ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu memerlukan sistem yang kompleks, melainkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan desa.

Dampak dan Hasil Program

Pelaksanaan program SS Drum menunjukkan hasil awal yang positif. Volume sampah kering yang dibuang ke lingkungan atau tempat penampungan sementara dapat dikurangi. Alat mampu beroperasi secara stabil dan aman selama kegiatan berlangsung, dengan residu pembakaran berupa abu dalam jumlah terbatas.

Masyarakat sasaran juga mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna serta potensi pemanfaatan limbah, seperti oli bekas, sebagai sumber energi alternatif. Teknologi SS Drum dinilai memiliki peluang untuk direplikasi atau digunakan secara berkelanjutan setelah program KKN berakhir.

Tantangan dan Evaluasi Pelaksanaan

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari sejumlah kendala. Dari aspek biaya, pembuatan SS Drum masih tergolong relatif tinggi karena penggunaan material dan komponen tertentu, sehingga menjadi tantangan dalam replikasi mandiri oleh masyarakat.

Secara teknis, sistem pembakaran belum sepenuhnya mampu meminimalkan asap yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan perlunya penyempurnaan desain, pengaturan suhu, distribusi aliran uap, serta pemilahan jenis sampah yang dibakar agar proses pembakaran lebih optimal. Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian penting, mengingat pengoperasian alat membutuhkan keterampilan teknis dan pengawasan yang memadai.

Keterbatasan waktu pelaksanaan KKN juga menyebabkan monitoring jangka panjang terhadap kinerja alat dan dampak lingkungan belum dapat dilakukan secara optimal, sehingga diperlukan evaluasi lanjutan.

Menuju Pengelolaan Sampah Desa yang Berkelanjutan

Ke depan, keberlanjutan program Superheated Steam Drum di Desa Wangunjaya diarahkan pada penguatan peran masyarakat dan pemerintah desa. Dengan pendampingan berkala, perawatan alat, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi pemilahan sampah dan keselamatan kerja, SS Drum berpotensi menjadi solusi pengelolaan sampah kering skala desa.

Mahasiswa KKN-T IPB Terapkan Teknologi Superheated Steam Drum untuk Pengelolaan Sampah Desa Wangunjaya, Bogor

Pemerintah desa juga diharapkan dapat mengintegrasikan penggunaan SS Drum ke dalam program kebersihan lingkungan serta mendorong pengembangan desain alat yang lebih sederhana dan hemat biaya. Dengan komitmen bersama dan evaluasi berkelanjutan, teknologi ini dapat mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah desa yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di Desa Wangunjaya.

DAFTAR PUSTAKA:

Kusumo PI, Rudiatama MR, Ramadhan FI, Syakuro A, Marulitua DR, Maksum A. 2022. Perancangan kompor jet berbahan bakar oli bekas untuk proses pirolisis sekam padi. Seminar Nasional Inovasi Vokasi. 1: 88-95.

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *