Marlyn Maisarah Ingatkan Pentingnya Kebebasan Berpendapat dengan Nilai Empat Pilar Kebangsaan 

Bogor Raya101 views

 

 

Bogor – Anggota DPR RI sekaligus Anggota MPR RI, Marlyn Maisarah menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Bogor, Rabu 11 Februari 2026.

 

Kegiatan ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan bersuara, kebebasan berekspresi, dan tanggung jawab kebangsaan dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

 

Kegiatan sosialisasi tersebut turut didampingi oleh Heri Gunawan, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai Gerindra, serta dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

 

Marlyn Maisarah menegaskan bahwa kebebasan pers dan kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

 

Menurut Marlyn, dalam sistem demokrasi Indonesia yang berlandaskan Pancasila, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers dan masyarakat memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi, pengawas jalannya pemerintahan, sekaligus sebagai sarana edukasi publik yang dapat memperkuat kesadaran kebangsaan.

 

“Demokrasi membutuhkan kebebasan berpendapat, tetapi kebebasan tersebut harus tetap dijalankan secara bijak, beretika, dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Marlyn dalam kegiatan tersebut.

 

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan media digital yang membuka ruang sangat luas bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan kritik kepada publik. Di satu sisi, perkembangan ini memperkuat partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Namun di sisi lain, tantangan berupa penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta polarisasi opini publik juga semakin meningkat.

 

Karena itu, Marlyn menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan literasi kebangsaan, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi secara kritis dan menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab agar kebebasan berekspresi tetap menjadi kekuatan yang memperkuat persatuan bangsa.

 

Dalam sesi dialog, peserta juga menyoroti pentingnya peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan informasi dan tanggung jawab sosial. Pers diharapkan dapat menghadirkan pemberitaan yang objektif, edukatif, dan berimbang, sehingga mampu memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

 

Kegiatan sosialisasi ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, serta organisasi sosial dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di ruang publik.

 

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, Marlyn berharap masyarakat semakin memahami bahwa kebebasan berpendapat merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menghormati keberagaman, serta menjaga persatuan bangsa.

 

“Kebebasan berpendapat harus menjadi sarana untuk memperkuat demokrasi dan persatuan bangsa, bukan justru menjadi ruang yang menimbulkan perpecahan. Di sinilah pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *