BOGORONLINE.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Kajian Ramadan bertema “Kepemimpinan Islam dan Kaum Muda: Menuju Generasi Emas 2045” di Aula FEB UIKA lantai 3, Jumat (27/2/2026) lalu. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai kepemimpinan berbasis ajaran Islam di momentum bulan suci Ramadan.
Kajian tersebut menghadirkan Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga, Heru Komarudin, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui kepemimpinan yang berintegritas serta berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Tidak ada hal manis tanpa diimbangi perjuangan. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas, tidak cukup hanya menjadi orang berpendidikan, tetapi harus menjadi penerus bangsa yang siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah,” ujar Heru dalam sesi pemaparan materi.
Ia menilai, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa kemajuan bangsa jika dibekali karakter kuat, integritas, serta kemampuan kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan Kajian Ramadan ini juga sejalan dengan visi FEB UIKA Bogor yang ingin menjadi fakultas ekonomi dan bisnis unggul berbasis riset keislaman dan teknologi dengan daya saing global. Melalui kegiatan tersebut, FEB UIKA berupaya memperkuat nilai-nilai keislaman sebagai fondasi pembentukan karakter serta kepemimpinan sivitas akademika.
Selain memperdalam pemahaman keislaman, kajian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa agar lebih visioner dan kolaboratif. Program tersebut juga mendorong terciptanya ekosistem akademik yang mengintegrasikan keilmuan, spiritualitas, dan kepemimpinan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengikuti diskusi dan menyampaikan pandangan mengenai tantangan kepemimpinan generasi muda, terutama di era digital yang terus berkembang.
FEB UIKA Bogor berencana melanjutkan rangkaian Kajian Ramadan dengan tema dan narasumber yang berbeda selama bulan Ramadan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah penguatan spiritual sekaligus pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa.





