Pertumbuhan UMKM Kota Bogor 2025 Tembus 43 Ribu Unit, Mayoritas Sudah Ber-NIB

BOGORONLINE.com – Sektor ekonomi kerakyatan di Kota Bogor menunjukkan tren pertumbuhan signifikan hingga 2025. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) mencatat jumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah mencapai 43.425 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.753 pelaku usaha kini telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), menandakan meningkatnya kesadaran terhadap legalitas usaha.

Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa legalitas menjadi faktor penting dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas dan memperluas akses usaha.

“Kami terus mendorong para pelaku usaha untuk melengkapi administrasinya melalui NIB. Dengan legalitas yang jelas, akses terhadap permodalan dan fasilitas pemerintah akan jauh lebih mudah,” ujar Rahmat dalam kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi bersama jurnalis di Kota Bogor, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, tingginya jumlah UKM yang telah memiliki NIB mencerminkan ekosistem usaha yang semakin tertata.

“Angka 34 ribu lebih UKM yang sudah ber-NIB ini menunjukkan ekosistem usaha di Bogor semakin formal dan profesional,” katanya.

Selain peningkatan jumlah pelaku usaha, kinerja sektor ekspor juga mengalami perkembangan. Dinkukmdagin mencatat sebanyak 40 pelaku usaha aktif melakukan ekspor dengan total nilai mencapai Rp119.388.852,71.

Menurut Rahmat, capaian tersebut menjadi indikator bahwa produk lokal Bogor memiliki daya saing di pasar internasional.

“Potensi ekspor produk lokal Bogor masih sangat terbuka lebar. Nilai ekspor ini adalah bukti bahwa produk kita kompetitif di pasar global. Fokus kami ke depan adalah menambah jumlah eksportir baru melalui pendampingan kualitas produk dan kemasan,” jelasnya.

Sementara itu, sektor Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Bogor juga terus berkembang dengan jumlah mencapai 1.615 unit pada 2025.

Di sisi lain, kinerja koperasi menunjukkan stabilitas. Tercatat, sebanyak 100 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) atau sekitar 15,60 persen. Jumlah koperasi dengan kategori sehat juga mencapai 100 unit, sementara koperasi berkualitas tercatat sebanyak 106 unit atau 11,21 persen.

Program pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih pun terus berjalan dan kini telah terbentuk di 68 kelurahan di Kota Bogor.

Rahmat menekankan bahwa RAT menjadi indikator utama dalam menilai kesehatan koperasi, sekaligus bentuk akuntabilitas kepada anggota.

“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang akuntabel. Kami akan terus memantau dan membina koperasi agar tidak hanya sekadar berdiri, tapi benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi anggotanya. Mudah-mudahan stabilitas ekonomi daerah akan tetap terjaga melalui penguatan pilar-pilar usaha mikro dan koperasi yang terintegrasi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *