BogorOnline.com – Seekor macan tutul masuk ke permukiman warga di Kampung Gunung Mas RT 02/02, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (2/4/2026) malam. Satwa liar tersebut akhirnya berhasil diamankan setelah terjerat jebakan yang dipasang warga di sekitar kandang ayam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.25 WIB di rumah milik seorang warga bernama Hadi. Saat itu, terdengar suara keras mencurigakan dari arah dapur rumahnya.
Setelah dilakukan pengecekan, bagian atap asbes dapur ditemukan dalam kondisi pecah. Diduga, seekor macan tutul terperosok ke area dapur saat mengejar ayam peliharaan milik warga.
Karena terkejut, macan tersebut langsung melarikan diri ke sekitar permukiman. Kejadian itu kemudian dilaporkan oleh Hadi kepada Ketua RT setempat.
Warga bersama aparat lingkungan langsung melakukan ronda malam untuk mengantisipasi keberadaan satwa liar tersebut. Informasi juga diteruskan kepada Kepala Dusun 1, Desa Tugu Selatan, Sumarna Sulaeman.
Keesokan harinya, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, dilakukan pengecekan di lokasi dan ditemukan jejak kaki macan di sekitar kandang ayam milik warga.
Berdasarkan temuan tersebut, Kepala Dusun 1 menginstruksikan warga untuk memasang jebakan di sekitar lokasi, karena diduga macan akan kembali datang pada malam hari.
Benar saja, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB, warga kembali mendengar suara auman macan dari arah kandang ayam. Namun, karena khawatir, warga memilih menunggu hingga pagi hari untuk melakukan pengecekan.
Saat diperiksa keesokan harinya, seekor macan tutul ditemukan telah terjerat jebakan di sekitar kandang ayam tersebut.
“Setelah kami cek ke lokasi, benar seekor macan tutul terjerat. Kami langsung menghubungi pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Kepala Dusun 1, Desa Tugu Selatan, Sumarna Sulaeman.
Selanjutnya, pihak dusun segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pengelola agrowisata/PTPN Gunung Mas, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Tugu Selatan, serta pihak Taman Safari Indonesia.
Tidak lama kemudian, tim BKSDA tiba di lokasi bersama dokter hewan dan paramedis. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dengan menggunakan tembakan bius untuk mengamankan satwa tersebut.
Setelah dibius, macan tutul berhasil diamankan dan langsung dibawa ke penangkaran untuk menjalani observasi serta pemantauan medis secara intensif.
“Untuk saat ini kondisi macan dalam keadaan stabil dan terus dipantau oleh tim medis,” tambahnya.
Ke depan, penanganan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sesuai kewenangan masing-masing.
Warga Gunung Mas juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut, termasuk menerapkan larangan berburu satwa liar.
(Deni)





