Bangun Jembatan Paledang-Pasir Jaya, Pemkot Bogor : Akses Warga dan Keselamatan Jadi Prioritas

BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai merealisasikan pembangunan dua infrastruktur penghubung di wilayah Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, pada tahun anggaran 2026. Proyek tersebut mencakup pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) penghubung antara Paledang dengan Pasir Jaya.

Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu langkah Pemkot Bogor dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat, terutama warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi wilayah yang sulit dijangkau.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, pembangunan jembatan Paledang-Pasir Jaya merupakan hasil dari proses panjang yang sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala.

“Penghubung antara dua kelurahan, Paledang dan Pasir Jaya, ini historinya cukup panjang. Sebelumnya sempat dianggarkan, tetapi beberapa kali gagal hampir empat tahun dalam APBD karena ada beberapa persoalan, mulai dari penolakan masyarakat hingga kendala akses teknis,” ungkap Jenal saat ditemui di lokasi, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, pembangunan tersebut kembali didorong setelah pemerintah menerima aspirasi warga terkait sulitnya akses, termasuk kejadian darurat yang dialami masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Beberapa masyarakat kesulitan akses untuk berobat, bahkan ada yang sempat tidak tertolong karena kehabisan oksigen saat melewati tanjakan. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat memang penting dan strategis,” katanya.

Jenal menjelaskan, sebelum pembangunan dimulai, Pemkot Bogor melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga di dua wilayah tersebut. Proses komunikasi dilakukan melalui sejumlah pertemuan bersama masyarakat, pemerintah wilayah, hingga unsur terkait.

“Hampir enam kali pertemuan saya didampingi lurah, camat, Dinas Perumkim, Babinsa, Babinmas, sampai masyarakat kita undang ke Balai Kota. Alhamdulillah, ikhtiar panjang ini akhirnya bisa berjalan dan pembangunan sudah menunjukkan progres positif,” jelasnya.

Pembangunan JPO Lebak Sari sendiri telah memiliki kontrak kerja sejak 25 Mei 2026 dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp2.792.947.552,55 miliar. Proyek tersebut memiliki masa pengerjaan selama 180 hari kalender.

Sementara jembatan penghubung Paledang-Pasir Jaya memiliki bentang sekitar 45,6 meter dengan lebar bersih 1,8 meter. Infrastruktur tersebut nantinya diproyeksikan dapat digunakan untuk mobilitas masyarakat, termasuk akses kendaraan roda dua dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan warga.

“Lebar bersihnya 1,8 meter. Nanti kita diskusikan lagi dengan masyarakat apakah hanya untuk pejalan kaki atau bisa dilalui kendaraan bermotor. Yang pasti untuk kondisi darurat seperti warga sakit atau meninggal, akses tetap akan dibuka 24 jam,” ungkap Jenal.

Selain membangun infrastruktur, Pemkot Bogor juga memastikan keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan. Sebanyak sekitar 40 warga dilibatkan sebagai tenaga kerja dengan sistem bergantian sesuai kebutuhan proyek.

“Persyaratan dari masyarakat waktu audiensi adalah keterlibatan tenaga kerja lokal. Alhamdulillah kurang lebih 40 orang kita libatkan secara rolling. Termasuk warung dan kantin sekitar juga kita minta pihak ketiga berbelanja dari masyarakat setempat,” tuturnya.

Jenal menambahkan, setelah jembatan selesai dibangun, pemerintah juga akan menyiapkan pengaturan operasional untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Salah satunya dengan pemasangan portal serta melibatkan warga sekitar sebagai petugas keamanan.

“Nanti akan ada portal untuk mengatur jam operasional dan satpam juga akan kita pekerjakan dari warga sekitar untuk menjaga jembatan ini,” katanya.

Ia memastikan hingga saat ini tidak ada penolakan dari masyarakat terkait pembangunan tersebut. Menurutnya, seluruh aspirasi warga telah diakomodasi melalui proses komunikasi yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.

“Tidak ada masyarakat yang kontra sampai hari ini karena tuntutan mereka sudah kita penuhi. Pemerintah membangun tentu untuk masyarakat, ini uang rakyat yang kembali kepada rakyat,” tegasnya.

Terkait usulan pembangunan jembatan lain di kawasan Paledang, Jenal menyebut terdapat beberapa aspirasi masyarakat yang masih akan dikaji sesuai kemampuan anggaran pemerintah.

“Ada beberapa titik lain yang diusulkan masyarakat. Namun tentu ada keterbatasan anggaran dan prioritas program lain di Kota Bogor. Kami juga berupaya mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses perizinan dengan pihak terkait juga terus dilakukan agar rencana pembangunan infrastruktur tambahan dapat dipercepat.

“Kemarin saya datang langsung ke BBWS di Cawang untuk mempercepat proses perizinan. Alhamdulillah dibantu, sehingga titik-titik lain insyaallah bisa kita ikhtiarkan secara bertahap,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan memaparkan, progress rencana di minggu ke-5 sebesar 1,45% sementara realisasi 5,46%. Jadi pekerjaan 4,01% lebih cepat. Saat ini telah dilakukan pengecoran kaki abutmen sisi Pasir Jaya pada 29 Juni 2026.

“Untuk kegiatan lanjutan yaitu merangkai tulangan badan abutmen Pasir Jaya dan secara simultan melanjutkan penggalian lubang abutmen sisi Paledang (Lebak Sari),” Pungkas Erwin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *