bogorOnline.com-GUNUNG PUTRI
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) II berkomitmen mengawal puluhan aspirasi masyarakat Kecamatan Klapanunggal. Langkah ini diambil usai para wakil rakyat tersebut menemukan banyaknya fasilitas pelayanan dasar, terutama sarana pendidikan, yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung PGRI Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Rabu (15/7/2026). Dalam serap aspirasi tersebut, masyarakat Klapanunggal melayangkan sedikitnya 27 usulan. Jika diakumulasikan dengan hasil reses sebelumnya di Kecamatan Gunung Putri, total aspirasi yang diserap kedewanan Dapil II kini telah menembus angka lebih dari 60 usulan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Junaidi Samsudin (Junsam)mengatakan, mayoritas keluhan yang masuk didominasi oleh masalah infrastruktur pendidikan, kesehatan, irigasi, hingga pemenuhan air bersih.
”Hasil reses hari ini membuat kami cukup prihatin. Dari informasi para kepala sekolah dan PGRI, masih banyak sekolah yang kondisinya belum layak. Klapanunggal yang memiliki jumlah penduduk cukup besar ini bahkan baru memiliki satu SMP Negeri. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk diperjuangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, status Klapanunggal yang baru bergabung ke Dapil II dalam beberapa tahun terakhir membuat wilayah ini memerlukan perhatian ekstra dalam pemerataan pembangunan daerah.
Terjunkan Tiga Tim Verifikasi Lapangan
Tak sekadar menampung keluhan di meja rapat, usai forum resmi ditutup, ketujuh legislator Dapil II yang terdiri dari H. Junaidi Samsudin (PPP), Ahmad Ansori (Gerindra), Beben Suhendar (Gerindra), Amin Sugandi (Golkar), Rudi Sabana (NasDem), Sulaiman (PKS), dan Ahmad Fatoni (PKS) langsung membagi diri menjadi tiga tim untuk melakukan inspeksi mendadak (on the spot).
Tim pertama bergerak memverifikasi sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan rehabilitasi. Tim kedua menyambangi SMP Negeri 1 Klapanunggal untuk mengecek fasilitas belajar, sementara tim ketiga berfokus meninjau sektor pelayanan kesehatan di puskesmas setempat yang dilaporkan sudah tidak memadai.
Saat meninjau SD Negeri Cikahuripan 01 dan 03, rombongan dewan dikejutkan dengan kondisi mebel sekolah yang rusak parah. Banyak meja dan kursi siswa yang sudah berusia puluhan tahun dan hanya ditambal seadanya. Mirisnya, pihak sekolah mengaku belum pernah menerima bantuan pengadaan mebel dari pemerintah daerah selama tujuh tahun terakhir.
Kepala SDN Cikahuripan 03, Sri Purwaningsih, mengungkapkan keterbatasan fasilitas di sekolahnya yang kini menampung 330 siswa namun hanya memiliki empat ruang kelas.
“Kami membutuhkan tambahan ruang kelas agar kegiatan belajar lebih optimal. Selain itu kami juga belum memiliki lapangan upacara maupun olahraga sendiri, selama ini harus menyewa lahan milik warga,” tuturnya berharap.(rul)





