BOGORONLINE.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor memprioritaskan penyelesaian pembangunan lanjutan Taman Yasmin pada tahun 2026. Proyek senilai sekitar Rp1,6 miliar itu ditargetkan selesai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat mulai November 2026.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rojaki, mengatakan seluruh dokumen perencanaan telah rampung dan saat ini tengah menjalani proses reviu oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat sebelum memasuki tahap lelang.
“Perencanaannya sudah selesai dan saat ini sedang direviu APIP di Inspektorat. Mudah-mudahan akhir bulan ini proses lelang bisa dilakukan sehingga pada November nanti Taman Yasmin sudah fungsional dan bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga Yasmin Sektor 6,” ungkap Chusnul kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan lanjutan tersebut meliputi pembangunan pagar, drainase, jogging track, pintu masuk kawasan taman, penataan lanskap, hingga penyelesaian tribun.
Selain fokus menyelesaikan Taman Yasmin, Disperumkim Kota Bogor juga mulai menerapkan inovasi digital pada kendaraan operasional guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Program yang diinisiasi Sekretaris Dinas itu memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk memantau pergerakan kendaraan sekaligus mengendalikan konsumsi BBM.
Menurut Chusnul, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi pemborosan biaya operasional, terutama karena kendaraan dinas menggunakan bahan bakar Dexlite yang memiliki harga lebih tinggi dibanding solar subsidi.
“Kami ingin melakukan efisiensi penggunaan BBM sekaligus mengatur pergerakan kendaraan operasional sesuai tugasnya. Dengan sistem GPS ini kami bisa mengetahui kendaraan bergerak ke mana sehingga penggunaannya benar-benar sesuai fungsi dinas dan tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan menjelaskan, setiap kendaraan yang mengikuti program tersebut dipasangi tiga perangkat, yakni GPS Tracker, sensor bahan bakar (fuel sensor), dan smart card sebagai sistem pembacaan data.
“Data kebutuhan BBM nantinya berbasis evidence. Perhitungannya dilakukan berdasarkan data pergerakan kendaraan yang direkam oleh alat tersebut,” ungkap Erwin.
Saat ini perangkat baru dipasang pada pertengahan Juli 2026 sehingga proses pengumpulan dan analisis data masih berlangsung.
“Mudah-mudahan pertengahan Agustus kami sudah memperoleh hasil perhitungan efisiensinya. Data itu akan menjadi dasar dalam merencanakan kebutuhan BBM kendaraan operasional ke depan,” katanya.
Disperumkim menjadi salah satu perangkat daerah pertama di Kota Bogor yang menerapkan sistem tersebut. Chusnul berharap inovasi tersebut nantinya dapat diadopsi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
“Kami baru mulai menerapkan sistem ini. Mudah-mudahan dengan dukungan Pak Sekda dan Pak Wakil Wali Kota, inovasi ini bisa diterapkan juga di OPD lain,” ucapnya.
Ke depan, Disperumkim menargetkan seluruh kendaraan operasional dipasangi perangkat serupa. Total terdapat sekitar 40 unit kendaraan, termasuk armada pengangkut sampah, kendaraan penyiraman taman, skylift pemangkasan pohon, hingga kendaraan roda tiga.
Chusnul melanjutkan, selain pembangunan Taman Yasmin, Disperumkim tetap menjalankan program pemeliharaan rutin di sejumlah ruang terbuka publik seperti Alun-Alun Kota Bogor, Lapangan Sempur, dan Lapangan Heulang.
Di Lapangan Heulang, dinas akan menambah fasilitas toilet untuk mengakomodasi tingginya jumlah pengunjung.
“Keluhan terbesar dari masyarakat adalah keterbatasan toilet. Karena itu kami akan menambah satu titik toilet baru,” kata Chusnul.
Penataan kawasan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi perhatian. Disperumkim berencana menyediakan lokasi khusus agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung maupun warga sekitar.
Selain itu, peningkatan kapasitas pompa dan sumber air di kawasan Lapangan Heulang juga akan dilakukan guna mendukung pemeliharaan taman.
Sementara di kawasan Alun-Alun Kota Bogor, Disperumkim akan menambah titik sumber air untuk mempermudah penyiraman tanaman, terutama saat musim kemarau.
Di Lapangan Sempur, perbaikan jogging track ditargetkan selesai sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Sedangkan revitalisasi plaza dan trotoar sisi timur akan dilaksanakan setelah rangkaian peringatan tersebut selesai.
Chusnul menilai tingginya aktivitas masyarakat di ruang terbuka publik membuat pemeliharaan fasilitas harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Sempur, Alun-Alun, dan Lapangan Heulang menjadi destinasi favorit masyarakat setiap akhir pekan. Aktivitas pengunjung yang tinggi membuat kebutuhan pemeliharaan juga semakin besar. Meski anggaran terbatas, kami akan memprioritaskan bagian-bagian yang memang membutuhkan perbaikan agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” pungkasnya.





