BOGORONLINE.com – Pemerintah Kecamatan Bogor Barat meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital bernama Layanan Administrasi Publik Terintegrasi di Kecamatan Bogor Barat (Lapis Bobar), Rabu (19/8/2026).
Layanan berbasis WhatsApp tersebut dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan administrasi secara lebih cepat dan transparan. Warga juga dapat memperoleh informasi layanan tanpa harus datang dan mengantre lama di kantor kecamatan.
Peluncuran Lapis Bobar berlangsung bersamaan dengan kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Bogor Barat. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bogor Barat Dudi Fitri Susandi, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, para lurah, serta ASN se-Kecamatan Bogor Barat.
Camat Bogor Barat Dudi Fitri Susandi mengatakan, digitalisasi pelayanan menjadi bagian dari komitmen kecamatan dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat.
Menurut Dudi, Kecamatan Bogor Barat saat ini melayani sekitar 253 ribu warga yang tersebar di 16 kelurahan. Karena itu, inovasi pelayanan diperlukan agar akses masyarakat terhadap administrasi pemerintahan semakin efektif.
“Fokus utama kami adalah tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang prima. Indikator keberhasilan kami diukur dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai skor 3,9 dengan kategori memuaskan. Kehadiran Lapis Bobar ini menjadi problem solver untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan,” ungkap Dudi, Rabu (19/8/2026).
Melalui Lapis Bobar, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi dan layanan administrasi kependudukan. Di antaranya informasi persyaratan Kartu Keluarga (KK), pengecekan desil Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau data kemiskinan, serta pengurusan sejumlah surat pengantar administrasi di tingkat kecamatan.
Selain memperkuat layanan digital, Kecamatan Bogor Barat juga mencatat sejumlah capaian di tingkat Jawa Barat. Wilayah tersebut disebut berhasil masuk dalam jajaran tiga besar kelurahan terbaik dan meraih predikat kecamatan berkinerja terbaik di Jawa Barat.
Capaian tersebut turut mengantarkan Dudi untuk mewakili Kota Bogor dalam ajang ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat pada kategori Jabatan Administrator.
Di bidang kesehatan masyarakat, Kecamatan Bogor Barat juga menjalankan program Goroseting (Gotong Royong Bebas Stunting) yang telah berlangsung sejak 2023. Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan IPB University dan melibatkan sekitar 1.000 kader di tingkat kelurahan.
Dudi mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan angka stunting di wilayah Bogor Barat.
Sementara di sektor ekonomi, Kecamatan Bogor Barat mencatat capaian dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Capaian tersebut disebut menjadi yang tertinggi selama empat tahun berturut-turut di tingkat kota maupun provinsi.
“Kami merangkul UMKM agar naik kelas melalui pendampingan, fasilitasi pelatihan digital marketing, hingga kolaborasi dengan BJB,” jelas Dudi.
Dalam aspek penataan wilayah, Kecamatan Bogor Barat juga melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Bubulak. Penertiban tersebut dilakukan terhadap aktivitas perdagangan yang telah berlangsung sekitar 15 tahun.
Menurut Dudi, penataan dilakukan secara persuasif dan berjalan damai. Setelah penertiban, kawasan tersebut dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian oleh BPN serta revitalisasi Terminal Bubulak oleh Pemerintah Kota Bogor.
Dudi juga memberikan klarifikasi mengenai informasi pembongkaran kios di kawasan Hero/Hypermart. Ia menegaskan, tindakan tersebut dilakukan secara mandiri oleh pengelola gedung sesuai standar operasional prosedur (SOP), bukan merupakan tindakan langsung dari pihak Kecamatan Bogor Barat.
Ke depan, Kecamatan Bogor Barat masih menghadapi sejumlah agenda penataan wilayah dan pembangunan strategis. Beberapa di antaranya pengembangan Gene Bank di kawasan RS Marzuki Mahdi, penataan kawasan Balumbang Jaya, serta rencana pembangunan Fakultas Kedokteran IPB.
Dudi mengajak masyarakat mendukung berbagai program pembangunan tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga.
“Semua langkah ini adalah bagian dari dinamika pembangunan untuk kemajuan Bogor Barat. Kami optimis, dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat, Bogor Barat dapat mewujudkan tata kelola wilayah yang semakin tertata dan sejahtera,” pungkasnya.





