bogorOnline.com-SUKAMAKMUR
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor kini menjadi perhatian kritis masyarakat. Langkah pengawasan publik tersebut diwujudkan melalui kegiatan audiensi yang digagas oleh aktivis mahasiswa, M. Fikri Aryansyach, langsung di Desa Sukaharja untuk meninjau efektivitas dan tata kelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Fikri menegaskan bahwa kehadiran elemen mahasiswa dalam mengawal program pemerintah ini berlandaskan rasa kepedulian terhadap pemenuhan hak gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan penerima manfaat. Pengawasan ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh atas temuan bukti empiris serta dokumentasi menu yang diperoleh di lapangan.
Poin-Poin Utama Evaluasi dan Sorotan Audiensi
Kualitas dan Standar Gizi Pangan: Penilaian kritis terhadap komposisi menu harian, kecukupan porsi gizi, mutu bahan baku, keamanan pangan dari bahaya kontaminasi, serta ketercapaian standar gizi nasional.
Transparansi Rantai Pasok dan Tata Kelola: Urgensi keterbukaan informasi publik mengenai pengadaan bahan pangan, pola manajemen operasional SPPG, dan komitmen melibatkan potensi ekonomi lokal.
Pengelolaan Kebersihan dan Limbah: Penegakan standar higienitas tempat pengolahan makanan, efisiensi sisa makanan, serta penanganan limbah operasional dapur agar tidak mencemari lingkungan pemukiman warga.
Pencegahan Konflik Kepentingan: Imbauan tegas agar tata kelola program negara ini tidak didominasi atau dimonopoli oleh kelompok maupun keluarga tertentu demi menghindar iklim nepotisme.
”Pengawalan ini bukan untuk mencari kesalahan ataupun menghambat program pemerintah, melainkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku. Program MBG adalah program negara yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga pengelolaannya harus profesional, transparan, dan akuntabel,” tegas Fikri.
Aktivis mahasiswa tersebut menambahkan bahwa pihaknya tidak meminta Program MBG dihentikan, melainkan mendorong adanya perbaikan mendasar apabila ditemukan kekurangan di lapangan. Fikri berkomitmen akan terus mengawal persoalan Dapur SPPG Desa Sukaharja ini secara objektif melalui tahapan kajian, klarifikasi, dan pengawasan publik yang sah secara hukum hingga seluruh hak masyarakat terpenuhi secara terbuka.(rul)





