Kehadiran Politeknik Dwi Putri Husada, Perluas Akses Pendidikan Kesehatan di Bogor

BOGORONLINE.com – Yayasan Bina Husada Keluarga Mandiri membuka layanan pendidikan baru tingkat perguruan tinggi di Kota Bogor, yakni Politeknik Dwi Putri Husada Bogor. Dibukanya wadah pendidikan bidang kesehatan ini menambah peluang bagi warga Kota Bogor untuk berkontribusi melalui sektor kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat menghadiri peresmian Politeknik Dwi Putri Husada Bogor, Rabu (16/9/2026).

Jenal Mutaqin mengatakan, para pemuda-pemudi saat ini menjadi garda terdepan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang.

“Termasuk siswa-siswi yang ada di Politeknik Dwi Putri Husada Bogor ini. Kalianlah yang akan menjemput generasi emas mendatang. Jadi, selamat menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh di sini,” kata Jenal Mutaqin.

Di tempat yang sama, Ketua Senat Yayasan Bina Husada Keluarga Mandiri, Ade Jubaedah menambahkan, peresmian tersebut sekaligus membuka program studi (prodi) baru untuk jenjang D3 dan D4. Di antaranya program farmasi dan keperawatan.

“Terutama untuk program farmasi, manajemen, dan teknik laboratorium medis. Kita juga sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” jelas Ade.

Sejak tahun 2013 berdiri, jurusan kesehatan masih menjadi pilihan, karena animo masyarakat terhadap pendidikan kesehatan saat itu masih terbilang tinggi.

Menurut Ade, masuk ke dalam bidang pendidikan tinggi kesehatan menjadi langkah adaptif untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi bidang kesehatan. Tidak hanya berhenti menjadi bidan atau perawat setelah lulus dari tingkat sekolah menengah atas.

“Sampai saat ini kami juga melakukan tracer study untuk mengetahui ke mana mereka selama ini. Dilakukan setiap tahun, ternyata dari lulusan kami, selain mereka bekerja, sebelum mendapatkan ijazah pun sudah diminta untuk bekerja,” jelas Ade.

Karena itu, ia meminta para siswa tidak cepat puas hanya bekerja sebagai asisten tenaga kesehatan. Minimal mereka dapat melanjutkan pendidikan agar bisa menjadi tenaga kesehatan profesional.

“Lulusan kami hampir 70 persen diterima di perguruan tinggi dan politeknik negeri di berbagai daerah. Bahkan seperti IPB dan ITB. Sehingga ini menjadi salah satu upaya memfasilitasi lulusan SMK Bina Husada Bogor agar ketika lulus bisa menjadi tenaga kesehatan yang sesungguhnya,” pungkas Ade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *