Road Show Antikorupsi Hadir di Sukamakmur, Pemkab Bogor Dekatkan Edukasi Integritas ke Masyarakat

Bogor Raya40 views

SUKAMAKMUR, BOGORONLINE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Inspektorat terus memperkuat budaya antikorupsi hingga tingkat kecamatan dan desa. Upaya tersebut dilakukan melalui Road Show Sosialisasi Antikorupsi yang kali ini menyasar Kecamatan Sukamakmur, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemkab Bogor melalui Inspektorat bersama Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DPRD Kabupaten Bogor, serta Penyuluh Antikorupsi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan edukasi antikorupsi yang lebih dekat dengan aparatur pemerintahan dan masyarakat.

Inspektur Kabupaten Bogor, Arif Setiadi, melalui jajaran Inspektorat menegaskan bahwa kegiatan road show sosialisasi antikorupsi merupakan bagian dari ikhtiar Pemkab Bogor membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, transparan, akuntabel, dan profesional serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Inspektorat Kabupaten Bogor telah melaksanakan kegiatan sosialisasi antikorupsi sejak 12 Februari 2026. Untuk road show gabungan bersama unsur Kepolisian, Kejaksaan, DPRD, dan Penyuluh Antikorupsi, Kecamatan Sukamakmur menjadi lokasi keenam setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Cibinong, Sukaraja, Citeureup, Cariu, dan Jonggol.

Road show tersebut akan terus dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lainnya hingga November 2026. Hal ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemkab Bogor untuk membawa pesan dan nilai-nilai antikorupsi semakin dekat dengan aparatur pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan desa serta masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut ia juga ditekankan bahwa kecamatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.

Berbagai urusan pemerintahan, pelayanan publik, koordinasi pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta fasilitasi pemerintahan desa berlangsung di tingkat kecamatan.

Karena itu, camat dan kepala desa diharapkan dapat menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai integritas di lingkungan kerja dan masyarakat.

“Penguatan budaya antikorupsi tidak hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga melalui keteladanan, pembinaan, serta praktik pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bogor berharap pemahaman mengenai pencegahan korupsi tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari aparatur pemerintahan hingga masyarakat.

“Dengan kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi masyarakat, budaya integritas diharapkan semakin kuat dan menjadi bagian dari kehidupan pemerintahan serta pelayanan publik di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Camat Sukamakmur, Andri Rahman, menyampaikan bahwa budaya antikorupsi perlu diterapkan mulai dari diri sendiri dan dilakukan secara bersama-sama dalam setiap aktivitas pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Kita aplikasikan mulai dari diri pribadi. Kemudian bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan setiap aktivitas sesuai dengan kemampuan dan peran kita masing-masing. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat memberikan pencerahan dan pemahaman tentang pentingnya budaya antikorupsi,” ujar Andri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta para peserta yang telah hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, penguatan pemahaman antikorupsi penting dilakukan secara berkelanjutan agar nilai integritas dapat semakin tumbuh di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *