Assisten Kesra dan Kadinsos Jemput Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Bogor yang Tertahan di Filipina

Jakarta – Bupati Bogor Nurhayanti mengutus Assisten Kesra Roy Khaerudin Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor Yous Sudrajat untuk menjemput korban jamaah haji yang tertahan di Filipina asal Kabupaten Bogor di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/9).

Roy dan Yous Sudrajat beserta tim peliputan dari Diskominfo tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 10.00 WIB dan langsung bertemu dengan Kadinsos Provinsi Jabar, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu M. Iqbal dan Staff Dubes Indonesia untuk Filipina.terkait pelaksanaan serah terima korban dari Dubes kepada Pemda.

Dalam wawancaranya Roy mengingatkan, bahwa aturan ibadah haji yang dibuat oleh pemerintah merupakan aturan yang dibuat untuk kenyamanan dan keselamatan para calon jamaah haji. Selain itu Roy juga mengingatkan agar para jamaah haji yang ingin menunaikan ibadah haji agar tidak memaksakan diri sehingga jalur yang tidak resmi pun ditempuh oleh para calon jamaah, termasuk menggunakan kuota negara lain.

“Memang waktu tunggu untuk menunaikan ibadah haji tidak sebentar, akan tetapi ibadah haji yang merupakan panggilan Allah ini jangan dinodai oleh hal-hal yang tidak baik, termasuk menggunakan kuota negara orang, ini jelas illegal” tegas Roy

Disamping itu Roy juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke Bandara Soetta ini ditugaskan Bupati Bogor Nurhayanti untuk mendampingi korban asal Kabupaten Bogor agar bisa sampai di rumah dengan selamat dan . Hal ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai pelayan masyarakat mempunyai kewajiban untuk membantu masyarakatnya yang mendapatkan perlindungan dari masalah baik secara disengaja maupun tidak disengaja, apalagi sampai ditelantarkan dan terkena kasus hukum di negara lain.

“Bupati Bogor mengutus saya bersama pak Yous agar pendampingan kepada jamaah haji asal Kabupaten Bogor benar-benar dipastikan sampai dirumahnya tidak terkena masalah seperti masalah dokumen-dokumen yang nantinya akan menggangu psikis dan fisik jamaah tersebut, karena mereka merupakan korban bukan pelaku tindak kriminal” tambah Roy

Dikesempatan yang sama menurut Kadinsosnakertrans Kabupaten Bogor Yous Sudrajat mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan beberapa stakeholder terutama dengan Kemenag Kabupaten Bogor, Kepolisian, dan beberapa lembaga yang berkaitan dengan masalah ini agar kedepan tidak ada lagi kejadian seperti yang menimpa warga Kabupaten Bogor .

Selain itu pendampingan terhadap korban juga akan dilakukan oleh Dinsos Kabupaten Bogor agar psikis korban tidak terganggu terutama ketika korban sudah sampai dilingkungan rumahnya

“Kita akan meminta Kemenag untuk melakukan sosialisasi terkait ibadah haji agar kejadian ini tidak kembali terulang. Aparat hukum juga akan kita libatkan untuk memantau biro-biro haji yang tidak menggunakan jalur resmi, agar warga Kabupaten Bogor benar-benar bisa melaksanakan ibadah haji dengan legal. Untuk Kita punya mitra seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari Kemensos, dan ini akan kita dorong terus untuk mendapingi korban agar psikis korban tidak menjadi stress” terang Yous

Menurut catatan dilapangan, korban calon jamaah haji yang hari ini tiba di Bandara Soekarno Hatta berjumlah 58 orang. 2 diantaranya adalah calon jamaah haji asal Kabupaten Bogor atas nama Ahmad Mantu asal Kecamatan Jonggol yang turun di Makassar dan Evi Yulianti asal Desa Growong Kecamatan Parung Panjang. Satu lagi atas nama Anton Kapriatna (suami Evy) saat ini masih tertahan untuk pemeriksaan lanjutan di Manila. (die/DISKOMINFO)

Keluarga Calon Jamaah Haji: “Terima Kasih Bupati Bogor”

 

Tangerang – Rasa haru dirasakan Gian, adik dari Evy Yulianti asal Desa Growong Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor yang berhaji menggunakan Paspor Filipina dan ditahan di Manila, ketika bertemu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/9).

Gian tak kuasa menahan air mata ketika kakaknya telah keluar dari terminal1. Maklum selama ini Gian dan keluarganya khawatir atas kondisi kakaknya tersebut ketika mendengar pertama kali nama kakaknya dan suaminya termasuk dalam 177 Jamaah Haji yang ditahan di Manila.

“Alhamdulilah kakak saya sehat dan selamat sampai di Indonesia kembali. Sudah lebih dari satu minggu semenjak keberangkatannya keluarga dirumah tidak bisa beraktifitas normal, kecuali memikirkan nasib kakak saya dan suaminya tersandung masalah di negara orang” jelan Gian
Selain itu Gian juga mengucapkan terima kasih terhadap Bupati Bogor Nurhayanti. Menurutnya ketika pertama kali pemberitaan ini menghiasi media cetak maupun elektronik, Nurhayanti langsung menghubungi Kepala Desa Growong yang disambungkan ke pihak keluarga.

“Alhamdulilah Ibu Bupati langsung jemput bola dengan menelepon Kades lalu disambungkan ke pihak keluarga. Disitu Ibu bertanya kronologi, kenapa Ibu Evy dan Pak Anton bisa tersandung masalah di Filipina” terang Gian

Ditambahkan Gian, selama ini dirinya juga sangat terbantu atas bantuan Pemkab Bogor yang selalu membantu dalam hal komunikasi dengan Kemenlu RI. Dirinya melihat langsung bagaimana anak buah Nurhayanti tersebut intens berkomunikasi dengan Kemenlu untuk mengusahakan agar Pemerintah Pusat melalui Kemenlu cepat menangani pemulangan jamaah haji yang tertahan disana”

“Kami juga ucapkan terima kasih atas bantuan jajaran Pemkab Bogor yang benar-benar membantu kami dalam berkomunikasi dengan Kemenlu, hingga akhirnya kakak kami bu Evy bisa sampai di rumah kembali. dan kami juga berharap agar kakak kami Pak Anton juga bisa pulang secepatnya” akhir Gian

Dikesempatan yang sama Evy Yulianti yang tidak berhenti menangis ketika bertemu keluarganya juga mengucapkan terima kasih untuk Assisten Kesra Roy Khaerudin dan Yous Sudrajat yang secara khusus menjemputnya di tempat penampungan dan membantu mengurus masalah administrasi ketika sampai di bandara. “Terima kasih pak, terima kasih. Sampaikan salam saya untuk Bupati” ucap Evy dengan suara terbata-bata. (OCKY/DISKOMINFO)

 

Dubes Indonesia Untuk Filipina : “Pak Anton dan 8 Orang Lainnya yang Masih Disana Meruapakan Pahlawan”

 

Tangerang – Anton Kapriatna warga Desa Desa Growong Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor, beserta 8 WNI lainnya masih ditahan di KBRI Manila. Disana mereka masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi atas perkara 177 jamaah haji asal Indonesia yang menggunakan paspor Filipina untuk menunaikan Ibadah Haji. Anton dianggap bisa menjadi salah satu narasumber untuk menceritakan kronologi kejadian yang dialami olehnya. Selain itu Dubes RI untuk Filipina Johny Lumintang menyebut bahwa Anton dan 8 WNI lainnya merupakan pahlawan.

“Anton dan 8 orang ini adalah pahlawan. Karena kalau mereka ikut pulang, maka 168 jamaah haji lainnya tidak akan bisa pulang hari ini” terang Johny

Hal tersebut disampaikan Johny sesuai serah terima 58 WNI di ruang tunggu VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/9/2016). Selain Johny, hadir pula Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu M. Iqbal. Diantara 58 WNI tersebut ada salah satu warga Kabupaten Bogor atas namA Evy Yulianti yang tidak lain adalah suami dari Anton Kapriatna.

Johny juga menambahkan, dirinya mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada 9 orang tersebut. Karena mereka bersedia untuk berpisah dengan rombongan untuk menambah informasi kepada pihak Filipina guna membongkar kasus mereka.

“Mereka dianggap mampu berkomunikasi dengan aparat penegak hukum disana karena mereka bisa berbahasa inggris, makanya mereka diminta untuk menambahkan keterangan. Karena pemerintah Filipina berusaha untuk menggali informasi yang lebih jelas tentang peristiwa tersebut,” ujar Johny.

Selain itu Johny juga berupaya agar kepulangan Anton dan 8 WNI lainnya bisa dilakukan dengan segera mungkin. Namun untuk waktunya Johny tidak bisa memastikan.

“Untuk kepulangan 9 orang ini saya belum tahu kapan. Saya akan mengusahakan secepat-cepatnya. Saya akan minta mereka sampai tidak dibutuhkan lagi (keterangan di pengadilan). Begitu selesai langsung kita pulangkan” tegas Johny

Terkait kesehatan Anton dan 8 WNI lainnya di Filipina, Johny mengatakan, mereka selalu dalam keadaan baik. Bila sakit, hanya sakit sedikit seperti batuk. Untuk proses selanjutnya, Dubes dan Kemenlu menyerahkan kepada Pemda masing-masing untuk pemulangan mereka nantinya. (OCKY/DISKOMINFO)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *