Oleh: Arga Hanifah, S.Pd.
Guru SDIT. Asy – syifa Qolbu
Bullying atau perundungan adalah masalah serius yang dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosional anak-anak dan remaja. Tidak jarang, tindakan bullying menyebabkan dampak jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas hidup individu yang menjadi korban. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersatu padu dalam melawan bullying dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap siswa di sekolah.
Apa Itu Bullying?
Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang terhadap individu atau kelompok yang lebih lemah. Tindakan ini dapat berupa fisik (seperti memukul atau menendang), verbal (seperti menghina atau mengejek), atau sosial (seperti pengucilan atau menyebarkan rumor). Bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.
Dampak Buruk Bullying
Dampak dari bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh pelaku dan lingkungan di sekitarnya. Bagi korban, bullying dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan rendah diri. Mereka mungkin mengalami penurunan prestasi akademik, kesulitan dalam bersosialisasi, dan bahkan dapat memiliki keinginan untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem.
Sementara itu, pelaku bullying juga dapat menghadapi





