BOGORONLINE.com – Sebanyak 150 penyandang disabilitas menyatakan dukungan mereka kepada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 4, Rena Da Frina dan Teddy Risandi. Dukungan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, pada Minggu (6/10/2024). Dalam kesempatan tersebut, para penyandang disabilitas menyampaikan harapan mereka agar Rena-Teddy memperjuangkan hak-hak disabilitas jika terpilih.
Iman, seorang penyandang tuna wicara, menyampaikan semangat dan dukungannya untuk paslon Rena-Teddy. “Walaupun kami memiliki keterbatasan, kami selalu semangat mendukung paslon nomor 4. Kami berharap, jika terpilih, kami akan mendapatkan hak yang sama dengan warga lainnya,” ujar Iman melalui pemandu acara, aktivis Mustar Bonaventura.
Hal serupa juga disampaikan Hilda, seorang penyandang bisu tuli. Ia merasa senang bisa bertemu langsung dengan Rena Da Frina dan Teddy Risandi. “Kami berharap paslon ini lebih memperhatikan penyandang disabilitas karena selama ini perhatian dari pemerintah daerah masih kurang maksimal,” katanya melalui bahasa isyarat, dengan harapan ada dukungan modal usaha bagi disabilitas di masa mendatang.
Para peserta juga menyoroti pentingnya penerapan Perda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa payung hukum berupa peraturan wali kota belum ada sebagai tindak lanjut perda tersebut. Mereka berharap jika Rena-Teddy terpilih, payung hukum ini segera dibuat dan kebijakan untuk penyandang disabilitas dapat dioptimalkan.
Merespons aspirasi yang disampaikan, Rena mengakui bahwa infrastruktur di Kota Bogor masih kurang ramah terhadap penyandang disabilitas, seperti trotoar yang sempit. Ia menyebutkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Penyandang Disabilitas, pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas yang mudah diakses, mulai dari bangunan umum, jalan, hingga transportasi publik.
“Kami siap membuat kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas, termasuk bantuan modal usaha dan penempatan SDM disabilitas di instansi seperti BUMD,” ujar Rena.
Sementara itu, Teddy Risandi menyoroti pentingnya pendataan penyandang disabilitas di Kota Bogor yang masih bersifat makro. Ia berkomitmen untuk memperbaiki sistem data agar setiap penyandang disabilitas teridentifikasi secara detail, sehingga program pembangunan bisa menjangkau mereka secara efektif.
“Kami juga berencana memodifikasi infrastruktur publik agar lebih inklusif, dengan menambahkan jalur landai, mengganti tangga dengan tanjakan, serta menambah fasilitas umum yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas,” tambah Teddy.
Teddy menegaskan, jika terpilih, paslon nomor urut 4 akan memastikan bahwa standar aksesibilitas dipenuhi oleh pengembang perumahan dan pemerintah daerah. Selain itu, mereka juga akan mendistribusikan alat bantu seperti kursi roda dan perangkat lunak komputer secara gratis. “Kami akan bekerja sama dengan organisasi nirlaba untuk memberikan pelatihan khusus, sehingga penyandang disabilitas dapat memperoleh keterampilan yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka dan memberikan mereka kesempatan kerja yang layak,” pungkasnya.
Pertemuan ini menunjukkan adanya harapan besar dari penyandang disabilitas agar suara mereka didengar, dengan dukungan penuh terhadap Rena-Teddy sebagai calon pemimpin yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi hak-hak disabilitas di Kota Bogor.





