BOGORONLINE.com – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), melalui Fuel Terminal Cikampek, mengadakan program Upskilling bagi Kader Kesehatan Posyandu Cempaka dan Posyandu Remaja Resep di Purwakarta, Sabtu (5/9). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan dalam penanganan stunting di Desa Dawuan Barat, Purwakarta.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Kelompok Substansi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. Eneng Sukmayanti, MM, Kepala Desa Dawuan Barat Ari Maulana, serta Manager Fuel Terminal Cikampek PT Pertamina Patra Niaga, Syahwin A. Saleh. Sebanyak 68 peserta kader kesehatan dan 19 kader kesehatan remaja turut serta, bersama Bidan Desa, PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), serta Pemerintah Desa.
Dengan tema “Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Penanganan Stunting”, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung upaya penanganan stunting di Desa Dawuan Barat.
Syahwin A. Saleh menyampaikan bahwa program ini merupakan awal dari komitmen bersama untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Kegiatan ini menjadi simbol awal dari tekad kami untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan remaja dan peran kader kesehatan dalam menanggulangi stunting di Dawuan Barat. Semoga kerja sama harmonis antara semua pihak dapat terus terjaga, dan cita-cita untuk mewujudkan Desa Dawuan Barat bebas stunting dapat tercapai,” ujar Syahwin.
Program Upskilling ini terdiri dari dua sesi pelatihan. Sesi pertama ditujukan untuk Kader Kesehatan Posyandu Cempaka, dengan materi yang disampaikan oleh Titeu Herawati, S.Sos, MM, dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat. Sesi kedua berfokus pada kader kesehatan remaja Posyandu Resep, yang mencakup topik utama seperti tugas pokok kader remaja, keterampilan komunikasi, penyuluhan, serta pola hidup sehat dan gizi seimbang. Materi disampaikan oleh dr. Eneng Sukmayanti, MM, Heni Damayanti, S.ST, dan Latifiani Kholifasari, Amd. GZ, S.GZ dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
dr. Eneng Sukmayanti berharap pelatihan ini dapat mencetak generasi muda yang peduli kesehatan dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berpengetahuan, peduli, dan aktif dalam menjaga serta meningkatkan kesehatan diri dan lingkungannya. Diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam mempromosikan pola hidup sehat dan pencegahan penyakit, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan fisik dan mental,” jelas dr. Eneng.
Desa Dawuan Barat telah menjadi lokasi prioritas dalam penanganan stunting di Kecamatan Cikampek. Pertamina, melalui berbagai program, terus berkolaborasi dengan pemerintah desa, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan untuk mengatasi masalah ini.
Pj Kepala Desa Dawuan Barat, Ari Maulana, menyampaikan terima kasihnya kepada Pertamina atas dukungan yang konsisten dalam penanganan stunting di desanya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina atas dukungannya dalam penanganan stunting. Ke depan, kami akan menerapkan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berfokus pada lima siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk memaksimalkan upaya penanganan stunting,” kata Ari.
Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan Nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
“Upskilling kader kesehatan merupakan langkah penting dalam memperkuat peran mereka sebagai agen di masyarakat. Dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, kita dapat mengoptimalkan kualitas layanan kesehatan di masyarakat,” tutup Eko.





