BOGORONLINE.com – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso bersama Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf Dwi Agung Prihanto dan PJ Wali Kota Bogor Hery Antasari meresmikan program penanaman bibit jagung di Kampung Rancamaya, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (15/11/2024).
Kegiatan ini merupakan implementasi dari empat arahan Presiden Prabowo kepada Polri terkait ketahanan pangan, yaitu pemanfaatan pekarangan bergizi, pengelolaan lahan tidak produktif, pengawasan distribusi pangan, dan perekrutan Bakomsus.
“Kami meluncurkan program penanaman jagung di lahan tidak produktif seluas 2 hektare milik aset Pemkot Bogor. Ini adalah bagian dari arahan Presiden dan Kapolri untuk mendukung ketahanan pangan lokal,” ujar Kombes Bismo Teguh Prakoso.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas instansi dan masyarakat dalam program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan tidak produktif, menghasilkan pangan yang bermanfaat bagi warga sekitar, sekaligus mendorong roda perekonomian lokal. Saat ini, pihaknya bersama Pemerintah Kota Bogor terus mendata lahan-lahan tidak produktif lainnya untuk dioptimalkan.
PJ Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengapresiasi inisiatif tersebut.
“Program ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi lintas instansi. Pemerintah Kota mendukung penuh dengan menyediakan lahan aset Pemkot agar dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan. Ini menunjukkan langkah konkret Kota Bogor dalam mendukung program nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf Dwi Agung Prihanto mengungkapkan,
“Dapur sehat Kota Bogor juga sudah siap digunakan dan akan segera kami luncurkan sebagai bagian dari rangkaian program ketahanan pangan,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Kajari Kota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor, Kepala BPN Kota Bogor, Kadis KPP Kota Bogor, Kepala BKAD Kota Bogor, Direktur PDAM Kota Bogor, Dekan IPB University, perwakilan Bank BJB, tokoh masyarakat, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Pitaloka.
Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat mampu mendorong optimalisasi sumber daya lokal demi ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi.





