BOGORONLINE.com – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, meraih dua penghargaan Platinum dalam ajang Bina Mitra UMKM Award 2025 yang digelar di Jakarta, 14 Mei 2025. Penghargaan ini diberikan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) Foundation, didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Dua kategori penghargaan yang diraih adalah Pembina UMKM Terbaik dan UMKM Terbaik melalui program Penguatan Lembaga Keuangan Pro BUMI (PAKU BUMI) sebagai Poros Pemberdayaan. Ajang penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap inisiatif yang mendukung UMKM naik kelas dan berkelanjutan.
General Affairs & Community Relations SBI Pabrik Narogong, Nur Lailiyah, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mendampingi mitra binaan agar tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun masa depan ekonomi lokal yang tangguh dan inklusif,” ungkap Lailiyah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jum’at (16/5/2025).
SBI Pabrik Narogong berkomitmen memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbasis tiga pilar utama: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah pembinaan terhadap Koperasi Konsumen Swadaya Pribumi Klapanunggal (KKSPK), yang awalnya merupakan lembaga simpan pinjam dan kini telah berkembang menjadi koperasi serba usaha.
Program unggulan PAKU BUMI yang dijalankan bersama KKSPK tidak hanya menyasar pemberdayaan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek keberlanjutan lingkungan. Salah satunya melalui program penanaman pohon berbasis masyarakat, yang hingga saat ini telah menanam 47.900 pohon dengan potensi serapan emisi karbon hingga 8,6 juta ton CO₂.
“Pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan berdampingan,” tambah Lailiyah.
Sejak dibentuk tahun 2006, KKSPK telah menjadi mitra pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat oleh SBI Pabrik Narogong, dan hingga 2025 telah menjangkau lebih dari 8.500 penerima manfaat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional perusahaan.





