bogorOnline.com-KLAPANUNGAL
Kacau aktivitas urugan tanah dari proyek perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan bikin resah warga tanggung jawabnya tidak pernah ada.
Hal tersebut seperti penjelasan Timbul salah satu pihak dari Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan mengatakan, sedang di Jakarta rapat, kamarin sempat ada ini lah biasa dilapangan setahu dirinya hanya itu saja tidak lebih dari itu.
“Kalau masalah keluhan proyek jangan tanya saya tidak tahu,” dalihnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi Senin (13/11/25).
Sebelumnya, Sekretaris Desa (Sekdes) Cikahuripan Encin mengatakan, pihaknya sudah mengatahui masalah diatas sewaktu melintas dilokasi dimana akibat dari aktivitas urugan tanah proyek perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan. Membuat jalan menjadi berdebu dan kotor, pihaknya melakukan teguran kepada perumahan untuk segera dibersihkan.
“Harus dibereskan bila tidak kami minta giat urugan dihentikan,” ujarnya saat dihubungi bogorOnline.com melalui WhatsApp (WA) pribadinya Senin (13/11/25).
Warga Kampung Cipali RT 22/22, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berdebu. Kerusakan tersebut diduga disebabkan oleh aktivitas urugan tanah dari proyek perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan, Senin (13/11/25).
Salah satu warga sekitar, Rida, mengungkapkan bahwa ceceran bongkahan tanah urugan yang berserakan di jalan sangat mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan lainnya.
“Ceceran tanah dari truk urugan itu bikin jalan kotor dan berdebu. Kalau panas, debunya luar biasa sampai menimbulkan polusi udara. Tapi kalau hujan, jalan jadi licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi.
Rida menambahkan, kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa waktu dan hingga kini belum ada penanganan berarti dari pihak perusahaan. Ia berharap pengusaha yang menjalankan proyek dapat lebih memperhatikan dampak aktivitasnya terhadap lingkungan sekitar.
“Seharusnya pihak perusahaan memikirkan dampak bagi pengguna jalan lainnya. Bagaimana kalau ada yang jatuh? Siapa yang bertanggung jawab? Kami berharap pihak pengembang bisa segera merespons keluhan warga,” keluhnya.
Masih ia mengatakan, warga berharap Pemerintah Desa maupun pihak berwenang dapat turun tangan menegur pengembang agar segera melakukan penyiraman jalan dan pembersihan material tanah yang tercecer, sehingga kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan dapat terjaga.
Sambung pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalan raya tersebut mengungkapkan,” Tolong pihak terkait bisa menertibkan dum truck yang melanggar SOP dan memberikan teguran kepada perusahaan. Terganggu akibat matrial tanah yang tercecer menjadi debu ketika hujan menjadi licin. Sangat membahayakan untuk sepeda motor,” keluh Yanto.(rul)





