Bogor, Bogoronline.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Dedi Aroza, menagih realisasi janji Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pemberian kompensasi bagi ribuan pekerja tambang di wilayah Bogor Barat, khususnya di kawasan Parung Panjang dan Rumpin.
Hingga saat ini, kejelasan mengenai jumlah nominal dan jadwal pencairan (termin) masih menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat yang terdampak penutupan operasional tambang oleh kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM).
Dalam keterangannya, Dedi Aroza mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur KDM mengenai nasib para pekerja tambang di Bogor Barat.
Keluhan soal nasib para pekerja tambang ini disampaikan pada 9 Februari 2026 kemarin saat DPD PKS Jawa Barat datang langsung ke Lembur Pakuan kediaman KDM di Subang.
Meski pemerintah mengklaim telah menyiapkan skema bantuan, namun detail teknis di lapangan belum terlihat secara konkret.
“”Saya tanyakan langsung ke KDM, bagaimana itu nasib pekerja tambang di Bogor Barat? Katanya sudah disiapkan, tapi seperti apa bentuknya? Belum jelas, kemarin sempat ada kendala karena Kepala Dinasnya yang mau berangkat ternyata tidak jadi. Problem ini yang belum kita lihat secara terbuka,” ujar Dedi saat dihubungi wartawan, Senin (23/03/2026).
Dedi menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut marwah Pemerintah Provinsi Jawa Barat di mata rakyat.
”Menurut saya, ini perlu sebuah kebijakan yang tegas. Apalagi kalau sudah janji, harus ditepati. Ini janji yang langsung didengar oleh masyarakat, jadi harus ada solusinya,” tegas Dedi Aroza.





