BOGORONLINE.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor mematangkan persiapan keberangkatan kontingen menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 dengan melibatkan para orang tua peserta dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Surawisesa, Gedung Sekretariat Daerah (Setdakot) Bogor, Minggu (5/7/2026).
Pertemuan yang difasilitasi Bidang Pembinaan Anggota Muda tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi mengenai seluruh aspek teknis, mulai dari kesiapan peserta, kesehatan, perlengkapan, hingga mekanisme komunikasi selama pelaksanaan Jamnas.
Pada Jamnas XII yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, mulai 13 Agustus 2026, Kwarcab Kota Bogor akan mengirimkan kontingen yang terdiri atas 64 Pramuka Penggalang Garuda. Kontingen tersebut akan didampingi dua Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab) serta delapan pembina pendamping.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor, Kak Denny Mulyadi, menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan keikutsertaan para peserta pada kegiatan kepramukaan tingkat nasional tersebut.
“Kota Bogor mengirimkan 64 anak-anak pilihan. Kami sengaja mengundang Bapak dan Ibu sekalian untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada tim teknis mengenai segala persiapan. Kami dari Kwarcab Kota Bogor memohon doa, support, serta suntikan semangat dari orang tua untuk putra-putrinya yang akan dikirim ke Jambore Nasional ke-12 nanti,” ujar Kak Denny.
Ia menjelaskan, ribuan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti Jamnas XII sehingga kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan peserta menjadi perhatian utama sejak masa persiapan.
Sementara itu, Sekretaris Komisi Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Kota Bogor, Kak Agus Susanto, M.Pd., mengatakan bahwa pertemuan tersebut juga bertujuan menyampaikan sejumlah penyesuaian teknis yang harus dipahami seluruh orang tua peserta.
Menurutnya, terdapat kebijakan baru dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat mengenai keseragaman atribut kontingen yang berdampak pada kebutuhan perlengkapan tambahan di luar rencana awal.
Selain perlengkapan, aspek kesehatan menjadi fokus utama dalam pembekalan. Seluruh peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, sementara orang tua diminta memberikan informasi medis secara terbuka sebagai langkah antisipasi selama kegiatan berlangsung.
“Kami melakukan cek kesehatan dengan sangat detail. Harapannya, orang tua bersedia kooperatif dan bertanggung jawab penuh sejak masa persiapan hingga hari pelaksanaan. Jangan sampai ada kondisi medis yang ditutupi, sehingga nantinya para pembina pendamping di lapangan yang justru mendapatkan kendala tak terduga,” tegas Kak Agus.
Kwarcab Kota Bogor juga menerapkan pembatasan penggunaan telepon genggam selama kegiatan berlangsung. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga fokus peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian aktivitas sekaligus meminimalkan risiko kehilangan barang pribadi.
Sebagai pengganti komunikasi langsung, Kwarcab akan memfasilitasi penyampaian informasi kepada orang tua melalui grup koordinasi resmi yang dikelola pembina pendamping.
Menjelang keberangkatan pada Agustus mendatang, seluruh peserta masih akan mengikuti tiga tahapan Training Center (TC). Program tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan kepramukaan, pembentukan karakter, serta kesiapan fisik peserta.
Kak Agus menjelaskan, meskipun Jamnas merupakan ajang persaudaraan dan pembinaan, setiap peserta tetap dituntut memiliki kompetensi kepramukaan yang baik karena terdapat penilaian terhadap kontingen maupun peserta terbaik.
“Meskipun ini sifatnya pesta kepanduan dan bukan lomba, di sana tetap akan ada penilaian berkala untuk menentukan Kontingen Terbaik dan Peserta Terbaik selama Jamnas berlangsung. Keterampilan kepramukaan mereka harus benar-benar matang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kwarcab Kota Bogor juga meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat mengenai keterkaitan Jamnas dengan jalur prestasi pada penerimaan peserta didik baru.
“Kegiatan Jambore Nasional ini murni untuk pembentukan karakter dan kecakapan. Kami sampaikan dari awal agar tidak ada salah persepsi; kegiatan ini tidak ada hubungannya secara langsung dengan jalur prestasi. Jika nanti pihak Dinas Pendidikan memberikan apresiasi atau penghargaan, tentu itu hal baik yang kita syukuri, tetapi kami tidak menjanjikan hal tersebut sejak awal,” pungkas Kak Agus.
Rapat koordinasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara orang tua dan pengurus Kwarcab Kota Bogor. Berbagai hal dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan logistik, jadwal keberangkatan, hingga sistem pemantauan peserta selama mengikuti Jambore Nasional XII di Buperta Cibubur.





