bogorOnline.com-GUNUNG PUTRI
Dinilai tidak ada tindakan tegas dari petugas maupun aparat setempat, warga Kampung Cikuda berbondong-bondong menggelar aksi protes secara swadaya. Warga turun ke jalan dengan membentangkan spanduk larangan membuang sampah sembarangan secara tegas serta mengeluhkan semrawutnya kabel fiber optik yang mengotori lingkungan mereka Sabtu (11/06/26).
Aksi protes ini berlokasi di Jalan Raya Cikuda RT 02/RW 05, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Warga merasa gerah karena infrastruktur kabel telekomunikasi di wilayah tersebut dipasang secara serampangan hingga masuk ke dalam drainase.
Sumbat Saluran Air dan Terkesan Kumuh
Kondisi kabel fiber optik yang menjuntai dan menumpuk di dalam saluran air tersebut memicu penyumbatan aliran air, terutama saat intensitas hujan tinggi. Selain mengancam wilayah tersebut dengan banjir lokal, pemandangan semrawut ini membuat estetika Jalan Raya Cikuda menjadi sangat kumuh.
Berdasarkan data di lapangan, kabel-kabel fiber optik yang dikeluhkan warga tersebut ditengarai kuat milik beberapa vendor dan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi besar, di antaranya:
Mitratel
Ultra Mandiri Telekomunikasi
PT Indosat Tbk
Lintasarta
Asianet
Warga Desak Aparat dan Vendor Bertindak
Kekecewaan warga memuncak karena hingga saat ini belum ada respons atau tindakan nyata dari pihak kecamatan, desa, maupun instansi terkait untuk menertibkan para pemilik kabel.
”Tidak ada tindakan sama sekali dari petugas dan aparat setempat,” ujar Roby salah satu tokoh pemuda setempat meluapkan kekesalannya di lokasi aksi saat ditemui bogorOnline.com dilokasi hari ini.
Sebelumnya, Ketua Rukun Warga (RW) setempat, Akbar, tidak mampu lagi menyembunyikan rasa resah dan kecewanya. Ia mengungkapkan bahwa pihak korporasi seolah menutup mata dengan menanam kabel-kabel tersebut langsung di dalam saluran drainase. Akibatnya, fungsi utama got sebagai penyalur air lumpuh total karena tersumbat oleh gulungan kabel.
Setiap kali mendung menggelayut di langit Gunung Putri, dada warga berdegup kencang. Hujan yang seharusnya menjadi berkah kini berubah menjadi momok yang menakutkan.
”Kami benar-benar resah. Kabel fiber tersebut masuk sampai ke dalam saluran drainase dan menyumbat aliran air. Akibatnya, begitu hujan turun, air langsung meluap dan memicu banjir di lokasi karena drainase sudah penuh sesak oleh kabel,” ujar Akbar dengan nada masygul saat ditemui bogorOnline.com di lokasi Rabu (08/06/26).
Teror Juntaian Kabel: Menanti Korban Jiwa?
Kondisi di atas permukaan jalan pun tidak kalah mengerikan. Sarkim, seorang warga sekitar yang setiap hari menyaksikan carut-marutnya kondisi jalan tersebut, menambahkan bahwa pemandangan kumuh ini menyimpan potensi bahaya mematikan.
Kabel-kabel yang dibiarkan menjuntai rendah dan berhamburan ke jalan layaknya jerat yang siap menerkam siapa saja yang lengah. Bagi para pengendara sepeda motor, melintasi jalur ini seperti sedang bertaruh nyawa.
”Selain membuat got mampet hingga banjir, kabel yang berhamburan itu membuat jalanan sangat kumuh dan membahayakan masyarakat,” keluh Sarkim dengan raut wajah cemas.
Sarkim membayangkan skenario terburuk yang bisa terjadi kapan saja jika pembiaran ini terus berlanjut.
”Coba bayangkan, kalau kabel yang menjuntai itu sampai tersangkut ke leher atau roda sepeda motor yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi? Itu kan bisa langsung memicu kecelakaan fatal. Apa harus menunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki?” cetusnya berapi-api.(rul)





