BogorOnline.com, CIBINONG- Kabupaten Bogor menjadi salah daerah endemik penyakit kaki gajah (filariasis). Sejak 2004-2015 tercatat 60 kasus kaki gajah yang tersebar di 22 kecamatan dan sepanjang 2016 muncul 5 penyakit yang disebabkan cacing filaria yang dibawa oleh tersebut.
Pemberian Obat Pengobatan Massal (POPM) kaki gajah putaran kedua pun telah dilakukan mulai 3-12 Oktober 2016 yang diikuti 427 desa di 37 kecamatan, kecuali Gunungsindur, Parungpanjang dan Rumpin.
“Kan POPM kaki gajah ini dilakukan serentak sejak 1 Oktober 2015 dan harus dilakukan selama lima tahun minum obatnya. Setahun sekali minumnya. Nah, Gunungsindur, Parungpanjang dan Rumpin itu sudah lima tahun POPM kaki gajahnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kebersihan Lingkungan (P2PKL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kusnadi, Selasa (26/10).
Terhadap tiga kecamatam itu, hanya dilakukan pemeriksaan darah pada jari untuk memastikan masih ada atau tidaknya yang positif terindikasi kaki gajah. Kemudian dilanjutkan dengan Survei Penularan Filariasis pada 6-12 November 2016 mendatang.
POPM kaki gajah 2016 sendiri diikuti 3,6 juta dari target 3,9 juta penduduk di 37 kecamatan seantero Bumi Tegar Beriman yang terdaftar sebagai penduduk berjumlah 5,03 juta jiwa.
“Saya harap, masyarakat yang belum minum obat kaki gajah segera minum. Karena kaki gajah tidak dapat disembuhkan tapi bisa dicegah. Dan obatnya diperoleh gratis di puskesmas terdekat,” kata Kusnadi.
Tanda-tanda bahwa Anda terindikasi kaki gajah, kata Kusnadi, ialah usai meminu obat, akan terasa mual atau pusing. “Tapi itu karena cacing penyebab kaki gajah dibunuh sama obat itu. Pencegahan lainnya dengan menjaga pola hidup bersih. Karena kaki gajah bisa disebabkan oleh nyamuk jenis apapun. Tapi ibu hamil jangan minum dulu atau yang darah tinggi tunggu normal dulu,” pungkasnya. (Cex)





