Menko PMK Kunjungi Sekolah di Bogor, Dorong Revitalisasi Sekolah

Bogor Raya2 views

PARUNG, BOGORONLINE.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Sugiono, mendorong agar revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana fisik, tetapi juga diiringi dengan transformasi pembelajaran berbasis teknologi digital.

 

Hal tersebut disampaikan Menko PMK, Sugiono saat meninjau sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anggota DPR RI, dan stakeholder terkait, diantaranya di SDN Cirimekar, SMAN 2 Cibinong, dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor, Rabu (7/10).

Didampingi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Menko Sugiono melihat langsung hasil revitalisasi dan pembelajaran, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan,

 

Sugiono mengatakan, revitalisasi sekolah merupakan pekerjaan besar yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Pemerintah telah melakukan inventarisasi terhadap berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi satuan pendidikan agar penanganannya dapat dilakukan sesuai prioritas.

 

“Ini merupakan upaya besar pemerintah yang tentunya pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” ujarnya.

 

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan perlu dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan bangunan dan fasilitas sekolah perlu berjalan beriringan dengan penguatan proses pembelajaran agar peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang semakin baik.

 

Salah satu bentuk transformasi pembelajaran yang terus didorong pemerintah adalah pemanfaatan papan interaktif digital. Sugiono menilai perangkat tersebut memberikan manfaat dalam mendukung proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan antusiasme siswa.

 

“Papan interaktif digital yang dibagikan oleh Presiden merupakan salah satu sarana belajar yang sangat bermanfaat. Itu juga meningkatkan antusiasme murid dan siswa untuk belajar,” katanya.

 

Ia menjelaskan, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga relevan dengan karakter generasi pelajar saat ini yang sudah akrab dengan teknologi dan perangkat digital. Karena itu, keberadaan sarana pembelajaran digital di sekolah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif dan menarik.

 

Sugiono berharap pemanfaatan papan interaktif digital dapat terus diperluas hingga menjangkau setiap kelas. Namun, perluasan tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

 

Menko PMK Sugiono menutup rangkaian kunjungannya di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor. Sugiono, menilai pelaksanaan pendidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor mulai menunjukkan terwujudnya cita-cita pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.

 

Sugiono mengatakan, SNT diharapkan menjadi wadah belajar bagi anak-anak berprestasi dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.

 

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik, didukung kurikulum serta metode pembelajaran yang tepat, dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki.

 

Ia melihat hal tersebut mulai tercermin dari para siswa SNT 7 Bogor yang mendapatkan ruang untuk mengembangkan berbagai potensi dan talenta melalui proses pendidikan yang disediakan sekolah.

 

Sugiono menilai keberadaan SNT menjadi salah satu bentuk pengejawantahan pembangunan manusia unggul yang menjadi bagian dari transformasi besar yang dilakukan pemerintah.

 

“Anak-anak yang memiliki potensi besar, jika disekolahkan dalam sebuah lingkungan yang baik, dengan kurikulum yang baik, serta pendidikan dan cara mendidik yang baik, akan menghasilkan anak-anak yang juga luar biasa,” ujarnya.

 

Ia berharap kualitas pendidikan yang diberikan SNT dapat mendorong semakin tingginya animo masyarakat untuk mengikuti pendidikan di sekolah tersebut pada angkatan-angkatan berikutnya.

 

Sugiono menegaskan, transformasi bangsa pada dasarnya harus dimulai dari pembangunan manusianya. Dalam hal tersebut, pendidikan menjadi salah satu faktor penting sekaligus sektor strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

 

“Yang namanya mentransformasi sebuah bangsa itu tentu dimulai dari manusianya juga. Salah satu faktor penting dalam membangun manusia adalah pendidikan,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *