Cibinong – bogoronline.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor akan menjadikan Puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor untuk menjadi pelayanan kesehatan terdepan dalam pencegahan Kanker Leher Rahim (serviks) dan payudara di kelompok masyarakat terkecil. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten bogor dr. Camelia Sumaryana ketika menghadiri acara Komunitas KIVA Bogor “Deteksi Dini Kanker Rahim dan Payudara” di Gedung Inovasi LIPI, Kecamatan Cibinong, (3/11).
Menurut Camelia, beberapa kasus kejadian penyakit tidak menular seperti kanker serviks dan payudara sudah meningkat khususnya di Kabupaten Bogor. Untuk pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit tidak menular tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sudah memberikan alat cryotherapy di beberapa puskesmas di Kabupaten Bogor. Cryotherapy sendiri merupakan alat deteksi dini dan penanggulangan awal penyakit Kanker.
“Di kita (Kabupaten Bogor) sudah ada 4 puskesmas yang mempunyai alat cryotherapy yaitu Puskesmas Citeureup, Puskesmas Ciomas, Puskesmas Cimandala dan Puskesmas Cibinong. Kedepan kita akan dorong untuk seluruh puskesmas diberikan alat cryotherapy ini agar puskesmas bisa mencegah penyakit tidak menular ini sejak dini khususnya di kelompok masyarkat terkecil” terang Camelia
Ditambahkan Camelia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga akan menyediakan tenaga terlatih untuk memberikan penyuluhan terhadap pencegahan kanker serviks dan payudara. Selain itu dirinya juga akan mengajak dokter, bidan dan rumah sakit swasta dalam pencegahan penyakit tersebut, karena kanker serviks dan payudara ini juga dapat menimbulkan permasalahan tidak hanya di bidang kesehatan tapi juga di bidang ekonomi dan sosial.
“Dinas Kesehatan akan menyiapkan dan melakukan pelatihan terhadap dokter-dokter dan bidan di puskesmas yang nantinya akan menjadi pelaksana program pencegahan ini, mungkin kita akan siapkan juga mulai dari penyuluhan dalam pencegahan kanker serviks dan payudara. Selain itu Kita akan libatkan para dokter, bidan dan rumah sakit swasta untuk pengetahuannya dalam pencegahan penyakit tersebut. Karena dampak dari penyakit ini tidak hanya di bidang kesehatan tapi juga di bidang ekonomi dan sosial.” tambah Camelia.(bo/OCKY/DISKOMINFO)





