Kota Bogor – bogorOnline.com
Guna memberikan rasa nyaman sekaligus menambah semangat berjuang atlet untuk tetap dapat berprestasi. KONI Kota Bogor mengeluarkan beberapa kebijakan strategis. Di antaranya dengan menaikan 100 persen insentif bulanan atlet dan pelatih.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami, sekaligus memagari atlet serta pelatih agar tak hengkang ke daerah lain,” ujar Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argoebie kepada wartawan usai memimpin Rapat Pleno di Gedung KONI, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (26/12/16) petang.
Namun, kata Benn, insentif diberikan khusus bagi atlet atau pelatih yang sudah berprestasi di tingkat Porda, PON, hingga ke level internasional.
“Ini juga langkah KONI untuk memacu atlet yang belum berprestasi untuk lebih bekerja keras meraih medali,” tegas Benninu.
Menurut Benn, KONI juga akan berupaya sekuat tenaga untuk membantu cabang olahraga (cabor) dalam hal sarana prasarana (sarpras). Sebab, sambungnya, pada Porda 2018 di Kabupaten Bogor, minimal Kota Bogor mampu bertahan di posisi lima besar.
“Itu bukan perkara mudah. Makanya dibutuhkan kerja keras dari semua pihak. Nah, salahsatu upayanya adalah menaikan insentif dan memberi perhatian khusus untuk sarpras,” ucapnya.
Lebih lanjut, Benn mengatakan, KONI Kota Bogor akan menerapkan sport inteligence, sport forensik dan sport science untuk mengetahui cabor mana saja yang bisa berprestasi.
“Selain itu juga supaya kita bisa mengukur raihan medali Kota Bogor pada Porda nanti, serta mewaspadai daerah mana saja yang dapat menjadi batu sandungan,” pungkasnya.(bunai)





