GUNUNGPUTRI- Remaja di wilayah Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, sedang keranjingan obat-obatan berdosis tinggi. Pasalnya, obat-oobatan itu mudah didapat dengan mudah dan murah, tanpa resep dokter.
Jenis atau merk obat yang mudah didapatkan di toko-toko obat disana seperti, ximer, tramadol dan zholam. Berdasarkan informasi yang dihimpun BogorOnline.com, efek yang ditimbulkan dari obat tersebut, seperti menggunakan sabu.
SI (15), warga Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, mengaku jika toko-toko obat di Gunungputri, Cileungsi dan Citeureup menjual obat tersebut tanpa resep dokter.
“Saat ini, di kalangan ABG baik pelajar, SMP dan SMA sedang demam mabuk obat-obatan tersebut, dan untuk mendapatkan obat tersebut sangat mudah juga harganya murah,” kata IS, Selasa (27/12).
Ia menambahkan, harga obat-obatan tersebut ada yang seribu rupiah per butir ada juga tlyang dua ribu rupiah. “Obat tersebut murah dan mudah di dapat juga tidak kelihatan sedang mabuk, tapi kita penggunanya merasakan ada ketenangan,” pungkasnya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Gunungputri, Ipda Imam Djunaedi mengatakan, obat tersebut barang legal dan pengunanya tidak dapat dipidana, lain halnya dengan pedagang. Apabila tidak berizin bisa dikenakan UU Kesehatan.
“Kita tidak dapat menindak pemakai obat tersebut, karena barang legal, obat tersebut termasuk obat keras jadi hanya boleh dijual di apotek atau toko obat tertentu yang berizin, dan pembeliannya harus dengan resep dokter,” katanya.
“Adapun apabila tokonya tidak berizin, itu baru bisa diproses sesuai hukum karena melanggar UU Kesehatan,” pungkasnya. (ed)





