CILEUNGSI- Pekerja Sex Komersial (PSK) di beberapa tempat di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi menjelang Tahun Baru 2017 kembali menjamur. Bahkan sampai mangkal di pinggiran Jalan Raya Narogong.
Seperti yang ditemukan di Kampung Rawa Hingkik, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, hingga membuat geram Ketua MUI di desa itu. Mereka menilai, Pemerintah Kecamatan Cileungsi dan Satpol pp seakan membiarkannya.
“Keberadaan para PSK tang saat ini kembali ramai, baik di blok Angrek, Pule dan Coklat juga yang mangkal di Jalan Raya Narogong telah kami laporkan pada Pak Camat Cileungsi dan Dalops Pol PP Kabupaten Bogor namun sampai saat ini belum ada tindakan,” Kata Muhamad Sobur, Sekertaris Desa Limusnunggal pada bogorOnline.com, Kamis (29/12).
“Apabila kami dan masyarakat melakukan razia Pemcam dan Pol pp ikut sibuk, tapi saat ini kita diam Mereka juga diam, kami Minta untuk turun tangan karena keberadaan PSK sudah sangat memprihatinkan,” cetusnya.
Ia bersama MUI dan masyarakat Desa Limusnunggal berencana akan melakukan aksi ke kantor kecamatan untuk nendesak camat agar segera memberantas PSK.
“Rencananya kami masyarakat Desa Limusnunggal dan MUI Desa Limusnunggal, akan nelakukan aksi demo agar perintah kecamatan segera turun tangan untuk memberantas PSK tersebut,” tegasnya.
Hal yang sama diucapkan Ustad Saman, Ketua MUI Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi. Ia mengatakan, MUI Desa Limusnungal dan remaja masjid, dalam waktu dekat akan kembali turun ke jalan untuk memberantas para PSK tersebut dan mendesak pemerintah kecamatan untuk turun kelapangan,” tukasnya. (ed)





