JAKARTA – Korban tsunami Anyer Banten dan Lampung terus bertambah. Dats terbaru yang dirilis BNPB Minggu (23/12) pukul 13.00, tercatat 168 korban meninggal dunia, 645 luka dan 30 orang dinyatakan hilang.
“Data ini masih sementara, karena masih belum semua lokasi bisa diakses tim di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Sutopo juga meluruskan informasi gelombang air naik yang terjadi pada Sabtu malam akibat tsunami dan gelombang air pasang bulan purnama. Dugaan sementara tsunami terjadi akibat longsoran bawah laut dan aktifitas vulkanik anak gunung Krakatau.
Karena tsunami bukan dampak dari gempa bumi, menurut Sutopo teknologi yang dimiliki belum bisa membuat adanya peringatan dini. “Terjadi sangat tiba-tiba,” katanya.
menurut Sutopo, Korban meninggal paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara, Carita Cottages, dan Hotel Tanjung Lesung. Adapun wilayah terdampak tsunami Anyer meliputi Kecamatan Carita, Panimbang, Sumbul, Labuan, Geulis, Menez, Cibaliung, Ciput, Cimanggu dan pagelaran.
Sementara di Lampung tercatat 33 orang meninggal, 155 luka, dan 110 rumah rusak. tsunami melanda Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, dan Katibung. Selain korban jiwa, tsunami juga merusak sekitar 60 warung dan 350 kapal. (*)





