Kota Bogor-bogoronline.com
Persaingan ketat terjadi pada beauty contest revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang. Adanya dugaan tarik menarik kepentingan menyeruak setelah tim seleksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) tidak melakukan pengumuman pemenang beauty contest sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Beberapa elemen masyarakat angkat bicara memberikan kritikan tajam terkait hal tersebut, Salahsatunya dari anggota Komisi B DPRD Kota Bogor, Mahpudi Ismail. Ia menegaskan, Mosi tidak percaya dari masyarakat bisa tertuju kepada Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), apabila beauty contest tiba-tiba dibatalkan.
“Bisa timbul mosi tidak percaya dari masyarakat bila tiba-tiba dibatalkan. Saya sebagai wakil rakyat kembali mempertanyakan, apakah ada jaminan hal serupa takkan terulang, bila itu dibatalkan,” ujar Mahpudi kepada Selasa (3/5/16).
Menurut Mahpudi, PD PPJ harus transparan dalam menggelar beauty contest, sebab dalam hal ini yang dipertaruhkan adalah nasib rakyat Bogor.
“Sudahlah tidak usah membuat polemik baru. Kota Bogor sedang dalam keadaan tidak kondusif, Ada SSA dengan segala prokontranya, Angka Hong, kasus Nada Lestari dan lain sebagainya. Sudahlah stop membuat gaduh,” Tegas politisi Gerindra itu.
Mahpudi menyatakan, apabila tim seleksi mengikuti rules yang ada pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) revitalisasi Blok F, hasilnya tidak akan seperti ini.
“Kalau begini jangan salahkan kalau nanti ada kecurigaan dan membuat situasi tidak kondusif,” katanya.
Lebih lanjut, Mahpudi juga mempertanyakan profesionalitas PD PPJ dalam menggelar beauty contest Blok F.
“Kalau ada yang beranggapan tim seleksi tidak profesional dalam bekerja jangan disalahkan,” ungkap pria berkacamata itu.
Berdasarkan informasi yang beredar, dari empat perusahaan yang mengikuti beauty contest, terdapat dua perusahaan yang saat ini sedang menunggu pengumuman dari PD PPJ, diantaranya PT Maya Saribakti Utama KSO PT Mulyagiri dan PT Furtunindo Artha Perkasa.
Dari sekian permasalahan dalam beauty contest, persyaratan administrasi seperti bank garansi sebagai jaminan dari perusahaan menjadi pertimbangan untuk memilih perusahaan terbaik, dan menjadi tolak ukur kemampuan bagi perusahaan yang akan melakukan kegiatan pembangunan.
Direktur Operasional PD PPJ, Syuhairi Nasution menegaskan bahwa bank garansi sangat penting dan menjadi salah satu penentuan bagi perusahaan yang mengikuti beauty contest. ia pun membenarkan bila PT Maya Saribakti Utama sudah menyerahkan bank garansi senilai Rp. 32 miliar, sedangkan PT Furtunindo Artha Perkasa menyerahkan bank garansi senilai Rp. 20 miliar.
“Kita sudah menerima semua bank garansi dari perusahaan yang mengikuti beauty contest, dan kita juga sudah melakukan pengecekan terhadap bank garansi tersebut, Namun penilaiannya bukan hanya dari bank garansi saja,” Ungkapnya.
Syuhairi menambahkan, Hasilnya sudah diputuskan dan seharusnya sudah diserahkan kepada walikota, Tetapi lantaran Pak Bima masih di Jakarta, maka kami akan laporkan besok (hari ini, red).
“Kami akan umumkan hasilnya setelah melakukan pertemuan dengan Pak Walikota hari ini, Hasil verifikasi ulang sudah dikantungi,”tandasnya.
Terpisah, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bogor Benninu Argoebie, Mengatakan, Pengumuman pemenang revitalisasi Blok F merupakan sinyalemen buruk bagi dunia investasi Kota Bogor, Proses yang ada saat ini sangat bertele-tele sekali.
“Sudah masuk zona merah. Kenapa bisa demikian, artinya pemanggku kebijakan tidak bekerja profesional. Buat apa dibuat jadwal lelang, verifikasi, dan pengumuman kalau selalu diundur-undur. Apa ada tarik menarik kepentingan,” kata Benn.
Benn menegaskan, sebenarnya Walikota Bogor Bima Arya merupakan kunci utama dalam menentukan pemenang Blok F.
“Mengapa walikota tidak bisa menentukan sikap, dan mengapa sampai ada pengulur-uluran waktu, patut dipertanyakan pola manajerialnya,” Tegasnya.
Benn menambahkan, Sebenarnya pengusaha Kota Bogor sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah.
“Pengusaha lokal saja sudah tidak bisa dihidupi oleh pemerintah. Saya minta jangan main-main dalam masalah Blok F ini, sebab menyangkut nasib wong cilik,” Tambah politisi PDI Perjuangan ini.
Benn pun mempertanyakan apakah ada campur tangan elit yang membuat pengumuman pemenang beauty contest Blok F bertele-tele.
“Apakah ada campur tangan dari pihak-pihak tertentu, atau kelompok kepentinga. Kalau ada itu sungguh memalukan,”pungkasnya.(bunai)
Hari Ini Pengumuman Pemenang Revitalisasi Blok F





