Babakan Madang – bogoronline.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor hingga kini terkesan menutup mata atas terus beroperasinya Taman Wisata Pemandian Air Panas Gunung Pancar di Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang. Padahal sumber mata air panas itu berasal dari dalam area lahan Perhutani. Sementara perijinan lokasi wisata itu hingga kini terus dibiarkan ilegal.
Rasudin Atman (72) salah satu pengunjung lokasi wisata itu mengaku kecewa dengan pelayanan pemandian air panas Gunung Pancar.
“Bagaimana kami tidak kecewa, baru masuk di gerbang depan disuruh bayar petugas atas nama BKSDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan per orang Rp7.500. Masuk ke parkiran pemandian air panas bayar lagi per orang Rp7.500. Mau mandinya suruh bayar lagi Rp5.000 per orang. Di dalamnya mau pakai saungnya bayar lagi. Jadi semua serba bayar. Sementara pelayanan yang ada sangat buruk apalagi infrastrukturnya sangat kumuh. Ini tidak layak dijual ke publik. Kami merasa dibohongi dan diperas,” kata Rasudin kepada wartawan, di hari libur panjang akhir pekan, kemarin.
Salah satu penjaga pintu masuk dari KLHK mengatakan, pengelolaan Gunung Pancar hanya berupa area camping dan trek sepeda gunung. “Untuk air panas bukan di bawah pengelolaan kami. Itu milik perorangan,” kata penjaga yang memakai seragam warna krem didampingi petugas lain berseragam hijau hitam.
Menurut sumber media online ini, pengelolaan air panas dikelola perorangan yang berkoordinasi di bawah Kepala Desa Karang Tengah dengan merekrut sejumlah pemuda dan masyarakat setempat.
“Sementara ijinnya selama ini tidak ada dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Namun sayangnya dinas tak pernah mengirimkan surat untuk penyegelan ke Satpol PP sehingga cenderung didiamkan dan tutup mata atas pelanggaran area wisata tersebut dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya,” ujar sumber tersebut.
Jika tak segera dibenahi maka Pemkab Bogor semakin tidak punya wibawa di area tersebut yang membuat semakin menurunnya kepercayaan publik terhadap Pemkab Bogor. (Hery)





