BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Wali Kota Bogor, Bima Arya memastikan penataan kawasan Suryakencana dan sekitarnya dengan memindahkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Pedati dan Lawang Seketeng tetap dilakukan pada 6 Maret 2020 mendatang.
“Masih sesuai dengan jadwal, kita terus koordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) semua, targetnya tetap sesuai jadwal,” kata Bima di Balaikota Bogor seusia kegiatan reduksi angkutan kota, Ahad (1/3/2020).
Ketika ditanya soal penangguhan relokasi setelah lebaran dari pedagang, Bima menyebut apa yang dilakukan sebagai bentuk keadilan, dimana para PKL lain seperti di Jalan Roda telah dipindahkan ke dalam pasar.
“Ini kan untuk keadilan. Yang di Jalan Roda dan Lawang Saketeng sudah naik semua, mereka rela bergeser ke tempat yabg lebih baik di dalam pasar. Jadi sebaiknya, semuanya mengikuti perencanaan sudah ada, kerena rekan-rekan yang awal sudah memulai untuk naik,” ujarnya.
Disinggung adanya desakan DPRD meminta Pemkot Bogor untuk melakukan komunikasi kembali dengan para pedagang, Bima menyatakan, komunikasi dibangun terus antara jajarannya dengan para pedagang tidak ada masalah. Bahkan, Perumda PPJ dan dinas terkait komunikasi dengan DPRD juga kemarin.
Ia juga mengatakan, bahwa para PKL yang akan direlokasi ke dalam pasar sudah di data oleh Dinas Koperasi dan UMKM dan Perumda PPJ. Para PKL yang dilakukan pendataan terutama yang menempati ruang milik jalan.
“Intinya yang di jalan, semuanya. Kerena ini kesepakatan di Jalan Roda, masuk (dalam pasar) asal semuanya masuk, gitu,” kata Bima.
Diwartakan sebelumnya, para pedagang menyuarakan penangguhan untuk relokasi ke pasar Bogor pada 6 Maret 2020. Mereka meminta pelaksanaan relokasi setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebab, momen-momen itu yang ditunggu oleh pedagang setiap tahunnya untuk mendapatkan pendapatan lebih. (Hrs)





