CIBINONG- Meningkatnya kejahatan terhadap anak-anak termasuk kekerasan seksual, untuk itu Bupati Bogor Nurhayanti meminta para kader penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bogor untuk meningkatkan perbaikan moralitas masyarakat dengan optimalisasi pemberdayaan keluarga. Untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut disampaikan saat memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-44 di Gedung Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Jumat (27/5).
“Disinilah pentingnya membangun ketahanan keluarga yang tangguh, untuk bisa membentengi keluarga kita dari berbagai hal-hal buruk khususnya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Serta mampu menciptakan keluarga yang sehat, kuat, mandiri, sejahtera dan berkualitas,” ujar Nurhayanti.
Katanya menambahkan, untuk itu pihaknya meminta seluruh kader tim penggerak PKK disemua tingkatan hingga tingkat dasawisma menjadi agen perubahan dan perbaikan moralitas masyarakat untuk menjadi yang lebih baik.
“Agar kepekaan para kader bisa meningkat lebih baik, sehingga mereka bisa mendeteksi sejak dini gejala penyimpangan sosial. Guna mencegah terulangnya peristiwa kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam berbagai bentuk, termasuk kekerasan terhadap anak-anak dibawah umur,” tegas Bupati.
Ia juga sangat mengapresiasi atas keberhasilan tim penggerak PKK, di Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44, terutama yang berkaitan dengan peran dan kiprah PKK dalam membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan 10 program pokok PKK.
“Sehingga masyarakat memiliki akses terhadap kehidupan yang lebih berkualitas. Hal itu terbukti keluarga-keluarga di perdesaan yang telah tersentuh tim penggerak PKK telah memiliki kesadaran gender yang kuat. Untuk membangun kualitas diri dan keluarganya serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah diberbagai bidang,” tukasnya. (BO/Diskominfo Kabupaten Bogor)





