BOGORONLINE.com, PARUNGPANJANG – Sebanyak 21 tenaga kesehatan (Nakes) dari total 48 nakes penerima vaksin COVID-19 di Puskesmas Parungpanjang harus ditunda karena berbagai macam alasan. Vaksinasi di Parungpanjang dilakukan pada Jum’at (29/1). Menurut Kepala Puskesmas Parungpanjang, dr. Susi Yuniar, ada 12 tenaga kesehatan tidak jadi di vaksin karena tensi darahnya naik, 5 orang tidak hadir, dan sisanya 4 orang tidak divaksin karena terpapar COVID-19.
“Vaksinasi tahap awal untuk Nakes di Puskesmas Parungpanjang. Saya berharap semuanya bisa disuntik vaksin tapi setelah diperiksa ada beberapa yang tidak bisa dan terpaksa harus diundur karena tensi darah naik,” imbuhnya.
Lanjut Susi menerangkan, sesuai dengan anjuran pemerintah, orang yang mendapat vaksin COVID 19 adalah kelompok usia 18-59 tahun, mereka yang diluar kelompok seperti lansia dan anak-anak, belum boleh menerima vaksin.
“Ada beberapa indikator yang tidak boleh disuntik vaksin dari usia 6-18 tahun dan juga orang yang sedang sakit diabetes, jantung dan lain-lainnya serta orang yang sedang terkena COVID 19, “terangnya.
Selain itu, Susi mengimbau masyarakat agar tidak usah takut disuntik vaksin, karena vaksin ini sudah aman dan halal. Ia juga mengajak masyarakat agar mengikuti vaksinasi untuk mencegah COVID 19.
“Saya minta masyarakat tidak usah takut disuntik vaksin karena program vaksinasi ini demi kebaikan kita bersama untuk menjaga imun tubuh, dan juga dapat mencegah dari virus COVID 19, ” pungkasnya. (Mul)





