Jembatan Babakan Kadu Tanjungsari Mulai Rapuh

BOGORONLINE.com, TANJUNGSARI – Jembatan penghubung Kampung Babakan Kadu dengan Babakan Peuntas Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor dikeluhkan warga. Walau jalan sepanjang 2,5 KM yang telah dikerjakan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 106 tahun 2019 lalu, namun warga sekitar merasa belum puas.

Pasalnya, jembatan Babakan Kadu Rt 04/04 kondisinya mulai memprihatinkan. Jembatan yang hanya terbuat dari bambu dan kayu, mulai rapuh. Padahal, jembatan itu merupakan akses penyeberangan satu-satunya menuju 3 kampung, Babakan Pentas dan Cipacar (Bogor) serta Kampung Talaga (Cianjur).

Kondisi jembatan yang semakin parah lantaran bambu dan kayu penyanggah mulai rapuh, dapat mengancam nyawa bagi siapa saja yang melintas. Apalagi saat sekarang memasuki musim penghujan, jembatan semakin terancam oleh banjir bandang Sungai Cimapag. Sejak pelaksanaan TMMD 2019 lalu, sudah empat kali dilakukan perbaikan oleh warga sekitar.

“Waktu pembukaan jalan oleh TNI, kami sangat gembira. Tapi kondisi jembatan yang dibiarkan seperti sekarang, kehadiran jalan seperti kurang bermanfaat. Sangat was-was kalau melintas karena nyawa kami terancam,” kata warga Rt 04/04 Kampung Babakan Peuntas, Encim, Selasa (2/2).

Kalau hanya jalan yang dibangun pemerintah melalui program TMMD tanpa membangun jembatan lanjut Encim, percuma saja. Karena jembatan merupakan akses utama untuk keluar dari kampung Babakan Peuntas.

Atas kondisi itu, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah pusat atau daerah membangun jembatan. Apalagi memasuki musim penghujan, jembatan itu semakin riskan terbawa air. Dulu ada jembatan gantung dari pemerintah, tapi hanyut terbawa banjir bandang Sungai Cimapag.

“Atas nama warga, kami berharap ada perhatian pemerintah untuk pembangunan jembatan. Selain merupakan jalur ekonomi, jembatan itu digunakan anak-anak yang akan berangkat ke sekolah,” lanjutnya.

Kepala Desa (Kades) Buanajaya Sudarjat membenarkan kondisi jembatan Babakan Kadu. Pihaknya sudah berupaya mencari jalan untuk pembangunan jembatan, namun belum ada yang berhasil. Seperti warga, harapan kades ada perhatian dari pemerintah, pusat, daerah atau swasta yang peduli dengan kondisi itu.

“Saya ikut prihatin melihat kondisinya dan selalu berharap ada pihak lain yang peduli. Karena kalau dibiarkan dapat mengancam nyawa pengguna yang melintas,” pungkas Sudarjat. (Soeft)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *